Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Mentan Bedah Kemiskinan Di Jember

Tanggal Posting : 23 Mei 2018 | Publikasi : (admin) | Hits : 57

Jember, 23 Mei 2018 – Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian di Jember, dimana menyumbang 30,25 persen terhadap PDRB (BPS, 2017). Untuk itu, sektor pertanian harus memiliki pertumbuhan jauh lebih baik, karena mempunyai daya ungkit sangat besar terhadap ekonomi di masyarakat. Hal ini mengingat sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani.

Namun demikian, berdasarkan data dari Kemensos dan BKKBN, sebanyak 295.291 rumah tangga di Jember masuk kategori pra sejahtera atau Rumah Tangga Miskin (RTM). Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, jumlah masyarakat miskin yang tertinggi yakni di Kabupaten Jember dan urutan kedua ditempati Kabupaten Bondowoso. RTM yang bergerak di bidang pertanian sebanyak 140.544, yaitu 48% dari total rumah tangga pra sejahtera yang tersebar di 3 kecamatan dan 30 desa.

Untuk itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada hari ini 23 Mei 2018 meluncurkan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) di Dusun Sumber Nangka Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Kabupaten Jember menjadi lokasi kelima sasaran Program BEKERJA setelah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Magetan, Kabupaten Purbalingga dan kemarin di Kabupaten Bondowoso.

Pada kesempatan tersebut, Amran menilai upaya pemerintah Kabupaten Jember untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya cukup baik, namun perlu upaya lanjutan untuk mendorong agar angka kemiskinan berkurang. Amran berharap melalui kolaborasi dengan program BEKERJA Kementan, diharapkan akan ada kebangkitan ekonomi di level masyarakat pra sejahtera yang berkelanjutan.

Program BEKERJA merupakan upaya Kementan untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahun 2018 saat ini Kementan menargetkan program BEKERJA dapat dilaksanakan di 10 provinsi, 776 desa dan 200.000 RTM.

Rumah tangga miskin di Kabupaten Jember kebanyakan berada di area perkebunan dan sekitar hutan yang bekerja menjadi buruh tani atau tenaga harian lepas yang tidak pasti penghasilannya. Target lokasi BEKERJA Kementan di Kabupaten Jember ini akan menjangkau pada 21.941 RTM. Selain bantuan komoditas peternakan (ayam dan kambing), Kementan juga memberikan bantuan berupa bibit komoditas hortikultura (bibit pohon manga dan paket aneka sayuran), sedangkan untuk perkebunan (kopi dan pupuk), serta pengembangan pekarangan.

Pada saat launching program BEKERJA ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat di lokasi  BEKERJA meliputi: 1). Lima ratus (500) benih pohon manga Arumanis dan 1 paket benih aneka sayuran dalam bentuk sachet sebanyak 5 box; 2). Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (PPB) pada 5 kelompok dengan total 150 RTM: 5). Seribu (1.000) ekor ayam  dan 10 ekor kambing yang diberikan kepada 20 RTM;  6).  Dua puluh (20) kandang ayam dilengkapi dengan bantuan pakan selama 6 bulan; 7). Bibit kopi Arabika sebanyak 7.500 batang.

Untuk bantuan ternak ayam, tiap 1 RTM akan memperoleh 50 ekor ayam. Untuk  kambing/domba diberikan 1 ekor per RTM yang dibuat secara berkelompok dengan tiap kelompok 10 ekor (9 betina dan 1 Jantan). “Apabila hewan ternak yang diberikan dikelola dengan baik, kami yakin akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pra sejahtera,” kata Mentan Amran.

Lebih lanjut Amran menyebutkan bahwa ayam mampu bertelur saat berusia enam bulan dan berproduksi hingga umur dua tahun. “Yang penting ayam tersebut harus terus dipelihara dan jangan dipotong," saran Amran. Untuk memastikan ayam berkembang biak dengan baik, Kementan juga memberikan bantuan pakan selama enam bulan dan pendampingan. Selain bernilai ekonomi, bantuan ayam tersebut juga dapat membantu peningkatan gizi masyarakat pra sejahtera.

Pemberian bantuan pemerintah ini dilakukan secara bertahap yang menyasar kepada 21.941 RTM di Kabupaten Jember dengan jumlah keseluruhan bantuan sebesar Rp. 120,4 M yang meliputi: 1).  bantuan ayam dan kandangnya sebanyak 1,04 juta ekor dengan nilai Rp. 110,45 M; 2). Kambing sebanyak 1.098 ekor senilai Rp. 5,3 M; 3). Bantuan benih pohon mangga seluas 221 ha dengan nilai Rp. 1,7 M; 4). Sarana dan prasarana sayuran 215 ha senilai Rp. 2,7 M; 5). Kopi dan pupuk sebanyak 7.500 batang senilai 130 juta; 6). Pengembangan pekarangan untuk 150 RTM senilai 150 juta.

Amran berharap, dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini masyarakat akan dapat membangun cluster di 3 kecamatan dengan begitu akan mendorong tumbuhnya agroindustri. "Jadi, kita ingin membangun skala ekonomi," jelasnya.

Amran menyebutkan bahwa, pembangunan berskala ekonomi menjadi tujuan utama program BEKERJA karena kemiskinan akan berkurang saat roda ekonomi bergerak. "Begitu kita tinggalkan kemiskinan, kemiskinan tidak terjadi lagi karena kita terbiasa berproduksi," pungkas Amran.