Belajar Dari Kesuksesan MT Farm

Tanggal Posting : 21 Oktober 2021 | Publikasi : (admin) | Hits : 333

Hobi yang membawa Hoki, mungkin itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan kisah Budi Susilo Setiawan dalam menggapai sukses melalui mitra tani sejahtera atau MT Farm. Minatnya di bidang wirausaha mendorong pria kelahiran Solo 39 tahun silam ini bercerita dan tiga orang kawannya untuk membangun usaha mikro agribisnis berbasis peternakan domba yang fokus di bagian penggemukkan domba dan pengalengan olahan daging domba. Berbekal ilmu yang diperoleh dari Fakultas Peternakan IPB, Budi menekuni hobinya dalam beternak domba dan sukses mengelola MT Farm. Usaha kerasnya itu menjadikan MT Farm salah satu peternakan yang cukup berkembang dalam usaha penggemukan dan penjualan domba di wilayah Jawa Barat.

Pada awalnya Budi menjalankan usahanya dengan membantu menjualkan ternak domba milik temannya. Kemudian pada tahun 2002, Budi mulai memelihara 10 ekordomba di kawasan Parung Bogor Jawa Barat. Melihat prospek bisnisdomba yang semakin baik, Budi bersama tiga temannya yaitu Amrul Lubis, M Afnan W dan Bahrudin merintis usaha mikro MT Farm untuk memperkuat bisnisnya. Dengan berdirinya MT Farm, bisnis peternakan dambanya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

"Saya memulai menjalankan bisnis ternak domba sejak 2002 dengan memelihara 10 ekor. Kemudian pada 2005 merawat 500 ekor, dan tahun 2019 memelihara lebih dari 1000 ekor," cerita Budi saat Tim Majalah Bibit mengunjunginya di Bogor.

Usaha ternak domba milik Budi kian menguntungkan, terutama ketika Idul Adha tiba. Pemesanan hewan kurban mampu mengantongi pundi-pundi keuangan Budi dan peternakan lainnya di kawasan tersebut. Saat ini, Budi memiliki kurang lebih 50 mitra peternak (plasma) di kawasan tersebut dan kelompok mitra peternak di Kalianda Lampung dan Kediri Jawa Timur.

"Satu kelompok mitra peternak di Lampung dan Jawa Timur berisi sekitar 20-25 peternak," ucapnya.

Konsep kemitraan yang dijalankan oleh MT Farm adalah dengan modelling Inti-Plasma. Inti memiliki tugas utama sebagai market regulator, system support dan pembinaan. Sementara, plasma memiliki tugas utama melaksanakan produksi secara optimal berdasarkan surat perjanjian kerjasama (kontrak) dengan MT Farm.

Sebagai market regulator,  MT Farm mengembangkan pemasaran dengan menggandeng perusahaan lain sebagai captive market untuk hewan kurban, diantaranya PT. Indosat, Bank Syariah Mandiri (BSM), Baitul Maal Muamalat, PT. Coca Cola dan Circle K.

Budi berharap pemerintah turut hadir dan berperan sebagai market regulator bagi usaha peternakan domba, sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan dasar di peternak rakyat yaitu pemasaran”, kata Budi menjelaskan harapannya.

Prospek pasar domba tahun 2020

Menurut Budi, prospek pasardomba tahun 2020 masih bagus karena masih terjadi kekurangan pasokan. Peternak perlu dibina ke arah peningkatan produksi domba yang sesuai dengan standar dan lebih memperhatikan masalah pemasaran. Masalah pemasaran ini bukan sekedar terkait penjualan namun juga pada aspek keamanan (pembayaran) dan masalah sosial yang menjadi dampaknya.

Aspek keamanan pembayaran, dikarenakan adanya tengkulak yang memberikan dampak ketidak pastian dalam berusaha  di bidang peternakan. Uang ataupun modal yang tertahan di tengkulak akan membuat peternak sulit mengembangkan usahanya. Sementara dampak sosial terkait dengan kondisi masyarakat yang tidak semua dapat menerima keberadaan peternakan di wilayahnya karena berbagai alasan.

Selain untuk pemasaran dalam negeri,domba juga memiliki peluang untuk di ekspor ke luar Indonesia. Negara yang telah mulai membeli domba asal Indonesia adalah Malaysia dan Uni Emirat Arab. Selain kedua negara tersebut, wilayah Asia, Afrika, dan Pasifik juga merupakan pasar ekspor yang sangat menjanjikan untuk komoditas ternakdomba.

Pasar Inilah yang menjadi sasaran pengembangan usaha pengalengan hasil olahan daging domba MT Farm. Demi menggapai mimpinya, maka MT Farm terus memperbanyak kemitraan selain dengan Kemitraan yang sudah ada juga dengan pelaku eksportir.

Budi juga memberikan saran agar pemerintah membuat program jangka panjang dengan membentuk standar operasional pemeliharaan yang diterapkan ke semua peternak khususnya domba. Hal ini juga termasuk dalam rangka membuka pasar ekspor domba dai pasar ASEAN dan Timur Tengah.

Integrated farming system

Sebagai langkah efisiensi usaha CV Mitra Tani Farm miliknya, Budi mengembangkan usaha peternakan dan pertanian secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Konsep pengolahan ternak di MT Farm sendiri sudah mulai dilakukan secara terpadu yaitu dengan menggunakan sistem manfaat, semua yang ada pada domba seperti daging, kulit, tulang kepala sampai dengan kotoran dapat dimanfaatkan tanpa ada yang dibuang.

Pengelolaan limbah dari kotoran domba dilakukan dengan bekerja sama dengan para petani di sekitar wilayah Tegal Waru. Kotoran tersebut diubah pupuk untuk tanaman sayuran organik dan menjadi biogas. Pupuk hasil pengolahan limbah kotoran tersebut dimanfaatkan oleh petani untuk memperbaiki kualitas tanah di lahan tanam sayuran. Sementara hasil biogas dimanfaatkan untuk menyalakan api dan genset untuk areal peternakan.

“Dengan sistem beternak terpadu yang diterapkan MT Farm, peternak dan masyarakat sekitarnya dapat menikmati manfaat yang lebih besar,” papar Budi kepada Tim Majalah Bibit.

Pengembangan usaha CV Mitra Tani ternyata tidak hanya berhenti di sini, perluasan usaha dilakukan dengan memberikan bisnis katering dan kebutuhan hewan kurban untuk acara aqiqah. Lembaga-lembaga aqiqah di wilayah Jabodetabek yang saat ini telah menjadi mitra perusahaan antara lain: Fajar Harapan, Ihsan Indotama, Cahaya Sejahtera, Al Amien Aqiqah di Jakarta Selatan, serta Nurul Aqiqah di Depok.

Seiring berjalannya waktu, Budi terus melebarkan lini bisnis ternak ke bahan makanan olahan hingga aksesoris berupa tas, jaket, topi dan sendal. Bahkan bahan makanan olahan akan diekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Timur Tengah dan Afrika

Magang di MT Farm

Budi menjelaskan bahwa, MT Farm terbuka untuk kegiatan magang dan pelatihan. Menurut Budi, pemilihan lokasi MT Farm yang dekat dengan Kampus IPB Darmaga memang dimaksudkan untuk percepatan dalam memperoleh informasi terkait perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta agar terhubung secara akademik dengan kampus.

Ada empat jenis magang yang dapat dilaksanakan di MT farm, yaitu magang dalam rangka tugas kuliah, magang untuk menjadi mitra (plasma), magang secara pribadi, dan magang dalam rangka khusus terapi.

Untuk Magang dalam rangka tugas kuliah, sudah banyak perguruan tinggi yang mengirimkan anak didiknya ke MT Farm. Beberapa perguruan tinggi yang secara rutin melaksanakan magang di MT farm yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Sumatera Utara. Selain itu MT Farm juga telah menerima pemagang dari Australia, Malaysia dan Jepang.

Magang khusus terapi tidak dibuka secara umum, namun ada beberapa orang atau lembaga yang datang ke Farm dengan membawa orang yang ketergantungan obat, memiliki autis ataupun gangguan jiwa.

“Beternak membutuhkan interaksi yang baik dengan ternaknya, sehingga orang-orang yang mengalami ketergantungan obat, autis ataupun gangguan jiwa masih dapat berinteraksi saat memberi makan atau memandikan ternak domba. Kegiatan itu walaupun terlihat aneh namun berdampak positif bagi mereka”, penjelasan Budi terkait magang khusus tersebut.

Sukses sebagai peternak domba, Budi pun memberikan tips menjalankan bisnis ternak. Setidaknya, seorang berusaha di bidang peternakan ternak harus mampu menjawab tiga tantangan antara lain membuat kenyamanan bagi mitra peternak terutama sistem panen yang jelas, kedua mengenai regulasi market dan terakhir sumber permodalan yang baik.

Dengan berbagai pasang surutnya usaha di domba, Budi menunjukkan kegigihannya sehingga sampai pada titik dimana sekarang mulai mengembangkan usahanya secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Semangat ini tentunya dapat ditiru oleh pembaca sehingga peternakan domba kita semakin berjaya di masa depan. Mari bersama kita tapaki jejak Budi dalam mengembangkan peternakan domba (NS).

 

Oleh

Harry Chakra Mahendra

Pengawas Bibit Ternak di Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak