Besarnya Angka Kelahiran Pedet, Bukti Keberhasilan UPSUS SIWAB

Tanggal Posting : 18 November 2018 | Publikasi : (admin) | Hits : 91

Luwuk Banggai,_ Penen pedet (anak sapi) saat ini terjadi dimana-mana, ini merupakan salah satu bukti keberhasil Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita saat menghadiri Gebyar Siwab dan Panen Pedet di Luwuk Banggai Provinsi Sulawesi Tengah pada hari Sabtu, (17/11). "Panen pedet dimana-mana ini merupakan bukti nyata keberhasilan Upsus Siwab di Indonesia", ucapnya. Bukti keberhasilan Upsus Siwab dapat juga dillihat dari hasil analisa ekonomi program upsus siwab selama kurun waktu 2017-2018 melalui anggaran sebesar 1.411 Triliun dengan jumlah kelahiran 1 januari 2017 sampai dengan 14 November 2018 sebanyak 2.448.138 ekor dan harga anak sapi rata-rata sebesar Rp 8.000.000 maka akan diperoleh nilai ekonomi sebesar Rp 19,59 Triliun. Pada kesempatan tersebut, I Ketut Diarmita berpesan kepada insan peternakan khususnya Pemda Luwuk Banggai untuk terus mendukung kemajuan pembangunan peternakan Indonesia karena kesadaran dan perhatian akan pentingnya penanganan masalah pangan menjadi pendorong semangat bagi kita semua untuk senantiasa berupaya mewujudkan swasembada protein hewani. Lebih lanjut Ia sampaikan, upaya mewujudkan swasembada protein hewani tidak sebatas hanya pada kemampuan dalam menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakatnya saja tetapi juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat yang berbasis sumberdaya lokal. Untuk mencapai tersebut, perlu kita menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki termasuk kontribusi daerah dalam pembangunan peternakan untuk mewujudkan Indonesia sebagai penyumbang kebutuhan protein hewani yang sudah kita cita-citakan. "Kita berharap dengan adanya kerjasama yang baik antara pemda pusat, daerah dan stakeholder dapat mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045", ungkapnya denga penuh harap Ia sebutkan bahwa untuk terjaminnya aktifitas pelayanan dalam pelaksanaan Upsus Siwab 2018, telah disediakan semen beku oleh produksi BBIB Singosari, BIB Lembang dan BIBD Kalimantan Selatan sebanyak 4.793.530 dosis dan sudah didistribusikan sebesar 3.610.871 dosis. Realisasi capaian Upsus Siwab Provinsi Sulawesi Tengah untuk IB adalah sebanyak 24.481 ekor atau 122.41% dari target 20.000 ekor dan capaian kebuntingan sebanyak 16.361 ekor atau 116.86% dari target 14.000 ekor serta kelahiran sebanyak 9.210 ekor atau 82.23% dari target 11.200 ekor. Untuk Kabupaten Banggai sendiri capaian upsus siwab pelayanan IB sebanyak 5.581 ekor atau 146% dari target 3.800 ekor, capaian layanan PKB 3.709 ekor atau 120.8% dari target 3.070 ekor dan capaian kelahiran sebesar 1.428 ekor atau 58.9% dari target 2.424 ekor. Dari hasil tersebut Kabupaten Banggai dapat memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap capian upsus siwab di Provinsi Sulawesi Tengah, namun masih harus di lakukan upaya lagi untuk dapat mendorong petugas dilapangan untuk dapat melakukan pelayanan laporkan kelahiran ternak. Karena melalui data kebuntingan dan kelahiran ternak maka dapat menunjukan secara nyata dan terukur hasil kinerja kita dalam upsus siwab. Sementara itu, Bupati Kabupaten Luwuk Banggai, yang diwakili Sekretaris Daeah Abdullah menyampaikan harapannya untuk mendapatkan bantuan brahman cross guna menambah populasi ternah sekaligus upaya pemerintah untuk mempercepat menuju Sulteng sejuta sapi tahun 2021. Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai IPujo Lesmono menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi dan gairah kepada peternak agar bisa mewujudkan Provinsi Sulawesi Tengah menuju sejuta sapi 2021. "Kami bertekad menjadikan Sulawesi Tengah menuju sejuta sapi tahun 2021", ungkapnya. Hadir pula pada acara tersebut antara lain Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah. Bupati Kabupaten Banggai Segenap unsur Muspida Provinsi Sulawesi Tengah, Para pelaku usaha peternakan, Kelompok Ternak dan Tokoh masyarakat setempat.