Dirjen PKH Apresiasi Capaian Upsus Siwab Di NTT Meningkat

Tanggal Posting : 08 November 2017 | Publikasi : (admin) | Hits : 31

Labuan Bajo (7/11/2017),- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita memberikan apresiasi kepada upaya Dinas Peternakan Provinsi NTT dalam upaya percepatan peningkatan populasi sapi melalui Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Hal tersebut disampaikannya pada saat Gebyar Upsus Siwab di Desa Macang Tagar Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat NTT, Selasa 7 November 2017.

I Ketut Diarmita menyampaikan, dengan adanya program Upsus Siwab di NTT, telah terjadi peningkatan signifikan terhadap total raihan IB di Provinsi NTT, yang semula per tahun hanya sekitar 5.000 ekor, telah meningkat menjadi 38 ribu ekor atau ada loncatan yang signifikan. “Lonjakan besar ini rata-rata memang terjadi di daerah-daerah introduksi di wilayah Timur Indonesia”, ungkap I Ketut Diarmita.

Menurut I Ketut Diarmita, NTT dengan populasi sapi sekitar 913.997 ekor merupakan salah satu produsen sapi potong yang mensuplai kebutuhan daging sapi di wilayah Jabodetabek. Namun dalam hal pelayanan IB, NTT merupakan salah satu daerah Introduksi, yang sebagian besar wilayahnya baru diperkenalkan teknologi IB.

Berdasarkan laporan iSHIKNAS, capaian IB (Inseminasi Buatan) Kabupaten Manggarai Barat dari target awal sebesar 200 ekor telah tercapai pada bulan Juni sebesar 271 ekor, dan saat ini sedang mengejar target tambahan sebesar 300 ekor, sehingga total target menjadi 500 ekor. Capaian IB sampai tanggal 31 Oktober sebesar 434 ekor, dengan angka kebuntingan 652 ekor, yang berasal dari hasil IB sebesar 30 ekor (4,6%) dan hasil kawin alam sebesar 622 ekor (95,4%).

“Ketergantungan anakan hasil dari kawin alam di NTT masih sangat tinggi, karena hampir seluruh sistem pemeliharaan ternak sapi dan kerbau dengan cara dilepaskan”, ungkap I Ketut. “Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, karena dengan sistem kawin alam yang tidak terprogram akan menjadi inbreeding (kawin sedarah), sehingga terjadi penurunan mutu genetik pada ternak yang terlihat dari performans sapi-sapi yang lebih kecil." kata I Ketut menegaskan.

Lebih lanjut dijelaskan, selain untuk meningkatkan mutu genetik, IB pada ternak sapi juga merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan populasi. “Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan peternak. Selain itu juga sekaligus meningkatkan kualitas karena terencana dengan baik pola perkawinannya, dan dapat dilakukan sinkronisasi berahi dengan menggunakan semen beku yang terjamin mutunya sesuai SNI”, tandasnya.

I Ketut Diarmita kembali menyampaikan, Pemerintah saat ini secara serius ingin agar populasi ternak khususnya sapi di Provinsi NTT dapat melonjak secara signifikan. “Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menjalankan kegiatan Upsus Siwab dengan baik, sehingga diharapkan secara bertahap ada pergeseran pola perbanyakan sapi di NTT yang semula 95% adalah hasil kawin alam dan 5% hasil IB, diharapkan dapat didorong menjadi 50% menggunakan teknologi IB”, himbaunya.

“Pelaksanaan Upsus Siwab 2017 hanya tinggal kurang dari 2 (dua) bulan lagi, sehingga kita masih perlu kerja lebih keras dan fokus untuk semaksimal mungkin menyelesaikan target kinerja yang telah disepakati”, kata I Ketut Diarmita mengingatkan. “Mari bersama-sama kita perjuangkan nasib para peternak, dan mendorong peternak agar terus berkembang usahanya, serta sejahtera hidupnya”, ujarnya. “Ini sebagai bentuk pengabdian, integritas, dan loyalitas kita terhadap bangsa dan negara”, imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen PKH bersama Asisten II Pemda Provinsi NTT dan Bupati Manggarai Barat beserta Para Muspida dan jajarannya, Para Kepala Dinas Peternakan atau yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dan Kabupaten/Kota Wilayah Provinsi NTT, Penanggung Jawab Tim Supervisi dan Pendampingan Upsus Siwab Provinsi NTT melakukan IB massal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat memberikan dorongan bagi petugas dan masyarakat untuk mewujudkan keberhasilan Upsus Siwab.

Antusiasme masyarakat Kabupaten Manggarai Barat dalam keikutsertaan acara ini cukup tinggi khususnya para peternak di sekitar lokasi. Sekitar 200 ekor sapi terkumpul untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian pelayanan baik IB, pemeriksaan kebuntingan dan pelayanan reproduksi lainnya.

 

Contact Person: Ir. Fini Murfiani, MSi (Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH)