Dongkrak Populasi Sapi Bali, Bupati Karangasem Siap Kembangkan Sentra Peternakan Terintegrasi

Tanggal Posting : 05 November 2017 | Publikasi : (admin) | Hits : 50

Karangasem (04/11/2017),_Kabupaten Karangasem yang merupakan kantong ternak di Provinsi Bali, ingin mengembangkan sentra peternakan yang terintegrasi untuk meningkatkan populasi sapi menjadi 150 ribu ekor targetnya. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu saat rapat koordinasi dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita di Posko Tanah Ampo hari Sabtu 4 November 2017.

Menurutnya sapi Bali yang merupakan plasma nutfah Indonesia ini harus terus dikembangkan. Untuk itu, Ia memerlukan informasi dari Kementerian Pertanian jika mempunyai program pengembangan sapi.

"Untuk program tersebut, kami hanya punya pakan hijauan dan belum ada pakan konsentrat”, ungkapnya. Untuk itu akan dilakukan pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak, sehingga diperlukan mesin pengolahan seperti choper. Disampaikannya, Karangasem juga menyandang sebagai daerah Simantri (Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi) terbaik selain itu Karangasem juga akan mengembangkan one village one product untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. “Inovasi terus dilakukan diantaranya perbaikan teknik pengolahan limbah, penggunaan teknologi tepat guna juga diterapkan”, imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyampaikan, untuk peningkatan populasi sapi di tingkat peternak, saat ini Ditjen PKH mempunyai program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting). Dengan program tersebut diharapkan akan banyak kelahiran pedet-pedet yang akan mendongkrak peningkatan populasi sapi di dalam negeri", ungkapnya.

Saat pertemuan dengan Inseminator se Kabupaten Karangasem di UPTD Karangasem, Dirjen PKH juga memberikan semangat kepada para Inseminator agar tidak menurun semangatnya dalam mendukung cita-cita Bupati untuk mewujudkan Karangasem sebagai kantong ternak di Bali.

"Inseminator merupakan ujung tombak untuk mensukseskan peningkatan populasi sapi di Indonesia, terutama melalui kegiatan Upsus Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting)", kata I Ketut Diarmita.

Dalam acara tersebut hadir Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner beserta jajarannya, Kepala BBVet Denpasar, Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem.

I Ketut Diarmita menyampaikan, agar petugas Inseminator tulus dalam mengabdi, serta bekerja dengan kesungguhan hati. "Dengan tetap semangat mari kita dukung terwujudnya peternakan yang besar dalam bentuk sentra peternakan yang lebih intensif di Karangasem", pungkas I Ketut Diarmita penuh harap.

 

Contact Person: Drh. Syamsul Ma'arif (Direktur Kesmavet Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan)