Fase II Kerjasama Dengan New Zealand, Kementan Garap Fokus Group Peternak Sapi Perah Di Jawa Tengah

Tanggal Posting : 08 Juni 2018 | Publikasi : (admin) | Hits : 197

Bogor (06/06/2018), Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan kerjasama dengan pihak New Zealand melalui proyek IDEA (Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA) untuk mengembangkan persusuan di Indonesia. Memasuki fase kedua kerjasama tersebut, Kementerian Pertanian ingin kegiatan ini fokus untuk meningkatkan produksi dan kualitas susu di tingkat peternak, sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak saat penyusunan work plan fase ke 2 kegiatan IDEA pada 5-6 Juni 2018 di ICC IPB Botani Square.

"Kami ingin peternak sapi perah tersenyum bahagia karena pendapatannya meningkat dari usaha sapi perahnya itu," kata Sugiono. "Dengan kegiatan kerjasama ini kita harapkan akan dapat bermanfaat untuk meningkatkan produksi dan kualitas susu di tingkat peternak," ucapnya. “Kami berharap dapat mempunyai sistem persusun yang bagus seperti yang dimiliki oleh New Zealand yang dapat ditularkan ke peternak kita,” tambahnya.

Sugiono mengatakan bahwa Ia sudah beberapa kali bekerja di lapangan dengan Tim IDEA saat beliau menjabat menjadi  Kepala BBPTU-HPT Baturaden baik dalam penanaman rumput berkualitas maupun pelaksanaan kegiatan lainnya yang terkait dengan pengembangan sapi perah. "Kita harus maanfaatkan teknologi yang ditransfer dari mereka. Jangan biarkan sapi sampai 3 bulan tidak bunting, setelah ada kegiatan ini ditargetkan rata-rata produksi susu lebih dari 14 liter per hari,” tandasnya.

Menurut Sugiono, Indonesia saat ini juga sudah surplus untuk semen beku sapi perah, sehingga dapat dimanfaatkan dengan melibatkan insemator. Jadikan teman-teman di Dinas sebagai recorder, pengawas bibit ternak, pengawas mutu pakan dan petugas pendamping peternak lainnya. “Kita ingin menumbuhkan interpreuner-interpreuner (wirausaha-wirausaha) di usaha sapi perah, di tingkat peternak,” ucapnya.

Jawa Tengah menjadi pilot project kegiatan ini karena provinsi tersebut mempunyai populasi ternak sapi perah tertinggi tingkat nasional setelah Jawa Timur, dan provinsi ini belum pernah tersentuh dengan bantuan luar negeri.

Potensi inilah yang ingin digarap oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk dapat mendukung peningkatan produksi susu di dalam negeri. Menurut Pammusureng selaku Consultant Technical Asistance (CTA) IDEA,  target penerima manfaat dari kegiatan ini adalah peternak dan kelompok peternak yang akan menjadi percontohan. Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan pendapatan, sehingga peternak memperoleh keuntungan dari usaha ternak sapi perah secara berkelanjutan.

Geoffrey Mavromatis selaku Project Director IDEA melalui videoconference menyampaikan, dukungan IDEA dalam kegiatan ini, yaitu: 1). untuk meningkatkan produksi susu lokal; 2). untuk meningkatkan kualitas susu lokal; 3). untuk meningkatkan profitabilitas peternakan sapi perah di Jawa Tengah; 4). untuk menjadikan peternakan sapi perah sebagai bisnis yang lebih menarik, sehingga peternak tertarik untuk meningkatkan investasi mereka.

Untuk mencapat target tersebut, maka fokus area kegiatan dalam fase 2 (dua) ini yaitu: 1). mengembangkan sistem peternakan yang menguntungkan; 2). melatih tenaga pendamping peternakan sapi perah (Dairy Advisor) yang berkompeten; 3). Membangun kolaborasi di dalam industri ini dengan stakeholder lainnya (koperasi, IPS dan sektor swasta). “Kegiatan kerjasama ini lebih ke arah membangun sistem, sehingga peternak berubah untuk oroentasi kearah bisnis,” kata Geoffrey. “Dalam proses perubahan tersebut akan ada masa transisi, sehingga harus ada kontrol dan pendampingan untuk mendorong peternak menjadi lebih maju,” pungkasnya.

 

Contact Person:
Ir. Sugiono, MP (Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan)