Kaya SDGH, Kementerian Pertanian Dorong Aceh Tenggara, Tingkatkan Populasi Ternak

Tanggal Posting : 17 Juli 2018 | Publikasi : (admin) | Hits : 100

Aceh Tenggara ternyata kaya dengan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH). Melihat kekayaan tersebut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian,  I Ketut Diarmita mendorong Aceh Tenggara untuk terus meningkatkan populasi ternak. Hal tersebut Ia sampaikan pada acara puncak peringatan Bulan Bakti Peternakan Tahun 2018 di Aceh Tenggara yang diisi dengan serangkaian kegiatan antara lain: Expo Ternak, pameran pembangunan peternakan dan lomba burung berkicau.  

Pada kesempatan tersebut I Ketut Diarmita memberikan apresiasi terhadap upaya Pemda Provinsi Aceh Tenggara dalam menggaungkan sub peternakan, khususnya kegiatan expo peternakan yang menampilkan SDGH Aceh Tenggara. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara pada hari Sabtu 14 Juli 2018 dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI,  Wakil Bupati Aceh Tenggara, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Provinsi Aceh beserta jajaran, beberap unsur muspida serta tokoh masyarakat, petani dan peternak.  

"Saya berharap kepada Pemda Aceh Tenggara agar bersungguh-sungguh untuk meningkatkan populasi ternak dan mengkomunikasikan dengan pemerintah pusat, sehingga kedepan bisa mengekspor produk pertanian termasuk ternak," kata I Ketut Diarmita.

Menurutnya, Aceh merupakan salah satu daerah yang sangat strategis dan potensial untuk ekspor disamping dekat dengan negara tetangga. "Aceh mempunyai peluang besar untuk ekspor ke negara Timur Tengah khususnya ternak kambing dan domba karena mayoritas muslim yang dianggap produknya dijamin halal," ujar I Ketut. 

"Saya menyambut baik pelaksanaan Acara Puncak Peringatan Bulan Bakti Peternakan Tahun 2018. Melalui acara ini, khususnya seluruh insan peternakan di Provinsi Aceh, dapat bersatu padu menyukseskan Program Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan khususnya untuk mencapai target UPSUS SIWAB yang telah kita tetapkan," ucapnya. 

Lebih lanjut Ia katakan bahwa tujuan pokok pembangunan peternakan dan kesehatan Hewan bukanlah semata-mata hanya untuk meningkatkan populasi dan produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Namun tujuan penting lainnya yang tidak boleh kita abaikan adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan peternak sebagai aktor utama pembangunan peternakan.  Menurutnya, meningkatkan kesejahteraan peternak berarti juga meningkatkan kesejahteraan di pedesaan serta mengurangi kesenjangan pembangunan.

"Kepada semua pihak terkait agar berhati-hati dan menjaga integritas dalam melaksanakan administrasi bantuan pemerintah termasuk didalamnya kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah," himbau I Ketut.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh Rahmadi menyampaikan, populasi sapi potong di Aceh pada tahun 2017 sebanyak 627.629 ekor, sapi perah sebanyak 67 ekor,  kerbau sebanyak 187.970 ekor, kuda sebanyak 2.933 ekor,  kambing sebanyak 678.498 ekor,  domba sebanyak 133.055 ekor,  ayam buras sebanyak 5.733.425 ekor,  ayam ras petelur sebanyak 439.878 ekor,  ayam ras pedaging sebanyak 5.475.266 ekor,  dan sebanyak itik 2.997.708 ekor.  Khusus kerbau,  Provinsi Aceh merupakan provinsi dengan populasi Kerbau terbanyak di Indonesia yaitu 13.33% dari populasi nasional. 

Aceh memiliki bibit ternak  berkualitas yang kaya dengan Sumber Daya Genetik Hewan (SDG) yang 4 diantaranya sudah diakui sebagai Plasma Nutfah Nasional yaitu Sapi Aceh, Kuda Gayo, Kerbau Simeulue dan Kerbau Gayo.

Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan Sapi Aceh yang mempunyai berat kurang lebih 600 ton. "SDGH ini sebagai kekayaan yang dimiliki oleh Aceh yang akan kita kembangkan," pungkasnya.