Kementan Dorong Investor Kembangbiakan Sapi Di Kepulauan Aru

Tanggal Posting : 24 Mei 2018 | Publikasi : (admin) | Hits : 107

Direktur Jenderal Peternakan  dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita memberikan apresiasi terhadap Pelaku Usaha (Investor) yang akan melakukan investasi dalam pengembangan peternakan sapi potong di kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Kementerian Pertanian selama ini terus mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi untuk meningkatkan populasi sapi di dalam negeri, terutama untuk pemenuhan kebutuhan pangan di dalam negeri. Hal tersebut disampaikan disela acara Public Expose yang diselenggarakan oleh Pemda Kepulauan Aru Senin 21 Mei 2018.

Dengan meningkatnya konsumsi daging sapi nasional dari 2,56 kg/kapita/tahun pada tahun 2015 menjadi 2,61 kg/kapita/tahun pada tahun 2016. Hal tersebut tentunya akan semakin berpengaruh terhadap jumlah kebutuhan daging sapi di dalam negeri.

Untuk itu, I Ketut Diarmita berpendapat bahwa harus dilakukan pengembangan sapi di beberapa wilayah yang mempunyai potensi, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha, terutama investor.

I Ketut mengatakan, penyediaan lahan menjadi tantangan utama dalam investasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan, sehingga perlu di persiapkan dengan baik. Menurutnya, saat ini, penyediaan lahan semakin berkurang karena adanya alih fungsi lahan yang membuat perkembangbiakan peternakan dan ketersediaan pakan semakin berkurang. Oleh karena itu, salah satu solusi untuk mendorong pengembangan peternakan secara masif di masa mendatang yaitu pemanfaatan lahan yang ada.

“Saya melihat ada potensi lahan di Kepulauan Aru, saya ingin masyarakat di Kepulauan Aru sejahtera dan berkembang, itu semua asalkan masyarakat disini mau bekerja dan ingin maju,” kata I Ketut Diarmita.

Menurut I Ketut Diarmita, pengembangan sapi ini selain untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak, juga untuk memenuhi pangan lokal maupun ke luar daerah. Selain itu, untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk peningkatan produksi ternak. di Kepulauan Aru yang wilayahnya dirasa mampu untuk melakukan perkembangbiakan di bidang peternakan.

“Kepulauan Aru ini sangat didukung oleh adanya lahan yang luas dan karakteristik lahan yang ideal untuk pengembangan pakan sapi ternak, sehingga punya potensi” ujar I Ketut Diarmita. Lebih lanjut disampaikan, Kabupaten Aru menjadi perhatian serius Kementerian Pertanian karena sebagai pewujudan sentra pengembangan sapi dalam skala yang besar.

I Ketut menyebutkan, setelah dilakukan survei lapangan di Kabupaten Aru, daya tampung ternak sapi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sapi seluas 128.643 ha, maka lahan tersebut dapat menampung sapi lokal sebanyak 105.445 UT atau sapi impor sebanyak 73.933 UT.

Selain itu, dukungan hijauan pakan ternak (HPT) di beberapa lokasi padang pengembalaan dengan jenis rumput sejenis Andropogon, Setaria spacelata, Bahia, Cynodon dectylon, Imperata cylindrica (alang-alang), Calopogonium mucunoides, Fimbristylis miliacea (sejenis gulma pada tanaman padi) dan buah tinta juga memperkaya sumber ketersediaan akan ternak.

“Melihat potensi yang luar biasa ini, diharapkan kepada semua investor untuk ikut berkontribusi aktif bagi pengembangan usaha peternakan rakyat khususnya di Kepulauan Aru,” kata I Ketut Diarmita.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi penting bagi pembangunan peternakan di Indonesia khususnya peningkatan sapi/kerbau nasional sebagaimana yang di targetkan oleh Bapak Presiden Jokowi untuk mewujudkan swasembada daging sapi di tahun 2026,” pungkas I Ketut Diarmita.