Kementan Komitmen Deraskan Informasi Kinerja Sektor Peternakan Dan Keswan

Tanggal Posting : 03 Oktober 2019 | Publikasi : (admin) | Hits : 544

Bogor, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyakini publikasi di media massa dan media sosial saat ini sangat diperlukan untuk memberitahukan kepada masyarakat terhadap kinerja yang sudah dicapai oleh pemerintah dalam memajukan dunia Sektor Peternakan dan Kesehatan Hewan selama ini. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah yang mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan saat memberikan arahan pada acara workshop optimalisasi kehumasan (2/10).

Menurut Nasrullah, menyampaikan bahwa publikasi dan pemberitaan ini dapat digunakan menginformasikan program-program baru dari pemerintah dalam mendukung program nasionalnya kepada masyarakat.

“Penderasan pemberitaan terkait capaian kinerja sektor peternakan dan keswan merupakan tanggung jawab kita akan kebutuhan informasi masyarakat”’ ungkap Nasrullah.

Pemberitaan dan opini publik merupakan salah satu pengaruh kuat yang dapat merubah pola pikir masyarakat.  Dalam publikasi, diperlukan adanya transparansi informasi pembangunan peternakan dapat disebarluaskan ke pelosok tanah air. Transparansi ini memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang mereka perlukan. Pada gilirannya penyampaian informasi yang benar dan terpercaya akan menimbulkan partisipasi aktif dari masyarakat pada pembangunan peternakan.

“’Untuk itu, kedepan saya mengarahkan untuk membuat review seluruh kondisi kehumasan baik Ditjen PKH dan Unit Pelaksana Terknis (UPT)”’ tuturnya.

Era transparansi dan perkembangan teknologi informasi telah menjadikan masyarakat lebih kritis dan cenderung terjadi perubahan yang sangat cepat didalam masyarakat, kondisi seperti ini menuntut pemerintah untuk mengakomodir dan mengantisipasi keinginan masyarakat / publik untuk memperoleh informasi. 

”Oleh karenanya diperlukan peran kehumasan yang mempuni untuk  mengimbangi arus informasi sektor peternakan dan kesehatan hewan di masyarakat agar dapat mendorong pembangunan nasional”’ tegas Nasrullah.

Dalam pemerintahan, humas sering disebut sebagai ”sekretaris pers”, ”information officer”, ”public affair specialist” atau ”communications specialist”, bertugas menginformasikan pada publik mengenai aktifitas yang dilakukan pemerintah sehingga mendorong peran humas lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan  untuk  mampu selalu meng up-date informasi yang ada sebagai bagian dari Reformasi Birokrasi sehingga kontrol terhadap kinerja pemerintah dapat dilakukan.

Untuk pemberitaan kepada masyarakat, pemberitaan dan informasi harus dapat bersikap informatif, yakni mampu mengkomunikasikan berbagai kebijakan dan program Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk diketahui oleh masyarakat luas, secara tepat waktu dengan bahasa yang mudah dimengerti atau komunikatif, serta mampu berperan sebagai penerjemah kebijakan dan program pembangunan

“’Kontribusi seluruh pegawai Ditjen PKH perlu ditingkatkan mempublikasikan kinerja penting di unit kerja masing-masing”’ pungkas Nasrullah. 

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga mengatakan bahwa suatu lembaga publik hanya memiliki 2 narasumber, pimpinan Kementerian/Lembaga dan pimpinan teknis suatu Kementerian /Lembaga tersebut.

“Sehingga legimitasi terhadap keabsahan suatu pemberitaan publik lebih kuat dan dapat dipertangungjawabkan” ungkap Boga.

Menurut Boga saat ini era partisipatif dimana alur informasi tidak hanya satu arah namun adanya komunikasi aktif dari masyarakat. 

Dalam penderasan pemberitaan dan publikasi, kedapan perlu dilakukan target pembenahan melalui pemetaan dan alokasi sumber daya, infrastruktur untuk mendukung kinerja, dan system penyusunan startegi komunikasi terintegrasi.

“Melalui Workshop Optimalisasi Kehumasan ini mampu mengevaluasi kinerja kehumasan dalam mendukung terwujudnya Kementan sebagai Badan Publik Informatif” tutup Boga.

 

Narahubung:
Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc
Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian