Mentan Harapkan Pemda Miliki Percontohan Integrasi Bisnis Ayam Kampung

Tanggal Posting : 02 November 2019 | Publikasi : (admin) | Hits : 83

Kendari– Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) harapkan Pemerintah Daerah di Indonesia dapat mengembangkan usaha peternakan khususnya ayam kampung terintegrasi yang dapat menjadi pengungkit dalam meningkatkan kesejahteraan peternak. Hal ini disampaikannya pada acara Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 Tahun 2019, Sabtu, 2 November 2019.

Menurut SYL, percontohan pengembangan integrasi usaha ayam kampung ini harus dimulai dengan penyiapan pendukungnya seperti produksi pakan serta produksi Day Old Chick (DOC) ayam kampung di setiap provinsi, sehingga para peternak memiliki DOC di tingkat pedesaan. 

"Setiap provinsi perlu ada percontohan integrasi ayam kampung yang menggerakkan para peternak,” tegasnya.

Sementara itu, I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan mengatakan ayam kampung memiliki beberapa kelebihan dan potensi, salah satunya memiliki daya tahan tubuh dan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan sehingga penggunaan obat atau bahan kimia relatif lebih sedikit. 

Selain itu telur ayam kampung ini juga lebih alami dibandingkan telur ayam ras, rasanya lebih gurih dan baunya tidak terlalu amis dibanding telur ayam ras. Jadi tak heran kalau masyarakat mengkonsumsi telur ayam kampung dalam kondisi mentah sebagai pelengkap minum jamu, susu atau madu karena memiliki nutrisi yang sangat bagus sehingga harga jual telur ayam kampung cukup baik.

Sedangkan dari sisi cara beternak pun, ayam kampung dinilai terbukti sangat mudah untuk diternakkan. Hal ini sudah dilakukan oleh masyarakat sejak bertahun-tahun, meski dengan cara beternak ala kadarnya dan tetap masih mampu berproduksi secara sederhana. 

"Kelebihan dan potensi ayam kampung ini harus mampu kita dorong agar terus dikembangkan oleh masyarakat" jelas Ketut. 

Oleh karena itu, salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas ayam kampung menurut Ketut yakni dengan mengubah sistem pemeliharaan ayam kampung menjadi terintegrasi, ini menjadi suatu keharusan dalam menjawab tantangan permintaan akan kebutuhan ayam kampung baik untuk telur maupun dagingnya.

Pada kesempatan acara HPS tersebut, Mentan SYL juga meminta Gubernur Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Utara untuk melakukan koordinasi intensif dengan Ditjen PKH dalam membuat percontohan di tiga propinsi tersebut.

 

Narahubung:
Ir. Sugiono, MP., Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Kementan