Sinergi Kementan Pemda Lampung Tingkakan Produktivitas Peternakan

Tanggal Posting : 20 Desember 2019 | Publikasi : (admin) | Hits : 196

Lampung, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung mempertegas sinergitas dalam meningkatan produtivitas peternakan dengan mengerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan, khususnya pangan asal hewan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat menyaksikan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Lampung tentang Peningkatan Populasi dan Produktivitas Peternakan Lampung, Selasa, 17 Desember 2019.

“Pemerintah optimis dapat terus mendongkrak kinerja sektor peternakan tanah air bersama seluruh pemangku kepentingan. Hal ini dapat dicapai dengan terus melakukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas industri peternakan”, tegas Mentan SYL.

Menteri Pertanian SYL menjelaskan bahwa dalam kesepakatan ini, Kementan pastikan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung yang maju, mandiri, modern tahun 2020-2024 sehingga mencapai tujuan peternak Lampung Berjaya.

Lanjut Mentan SYL menambahkan, struktur usaha peternakan di Indonesia didominasi oleh peternakan rakyat yang perlu didorong untuk menerapkan teknologi secara optimal. Peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sangat penting dalam memberikan pengenalan dan pelayanan maksimal terhadap pengelolaan usaha peternakan berbasis penerapan teknologi. Hal ini perlu dilakukan agar Provinsi Lampung dapat meningkatkan pertumbuhan populasi sapi yang saat ini rata-rata pertumbuhannya mencapai 6% pertahun. Berdasarkan pertumbuhan tersebut, pada tahun 2020 target populasi sapi di Lampung diperkirakan mencapai 929.461 ekor atau dapat memproduksi daging sekitar 82.724 ton.

Selain itu, dalam mendukung program Gerati-Eks (Gerakan Tiga Kali Ekspor), Pemerintah Lampung diharapkan mampu menciptakan 10-15 unit usaha peternakan pertahun yang memliiki Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) untuk menjamin keamanan produk Pangan Asal Hewan.

“Untuk itu, saya meminta komitmen dan dukungan dari seluruh stakeholder untuk bersama menggerakan potensi Provinsi Lampung yang sangat menjanjikan dalam pengembangan usaha peternakan, ditambah lagi wilayah Provinsi Lampung sangat strategis dijadikan penyangga untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi wilayah Jabodetabek dan Sumatera. ”tuturnya

Mentan SYL juga mengapresiasi kinerja Pemda Lampung dalam peningkatan populasi sapi melalui Inseminasi Buatan (IB) di Provinsi Lampung yang sampai dengan Desember 2019 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan dengan capaian melebihi target diatas 100%, yakni capaian layanan IB adalah sebanyak 293.406 ekor atau 146,7% dari target 200.000 ekor dan capaian kebuntingan sebanyak 215.384 ekor atau 153,8% dari target 140.00 ekor serta kelahiran sebanyak 112.107 ekor atau 100,1% dari target 112.000 ekor.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi menyampaikan bahwa program-program peternakan yang akan dilakukan bertujuan untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis peternakan.

“Saat ini Produksi ternak lampung terus meningkat bahkan mengalami surplus” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk mengoptimalkan investasi, Pemerintah Provinsi Lampung akan mempermudah proses perizinan untuk kegiatan ekspor dan memastikan komoditas ternak lampung sehat, aman dan berkualitas,

Kementan Dorong Potensi Lampung Sebagai Lumbung Sapi Nasional

Selain menyasar kepada peternakan rakyat, peningkatan produktivitas ternak dilakukan dengan memperkuat sistem pemeliharaan dan manajemen peternakan secara umum, pemerintah juga menjaga stabilisasi ketersediaan dan peningkatan produktivitas ternak dengan mendorong para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di sektor peternakan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan peternakan nasional, khususnya pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional.

Dalam kunjungan lapang ke Perusahaan Great Giant Livestock (GGL) sebagai salah satu perusahaan peternakan terbesar yang bergerak di bidang penggemukan sapi potong, Mentan SYL mengapresiasi pola pengembangbiakan yang dilakukan oleh GGL yang berdampak pada peningkatan populasi sapi, sekaligus membina kemitraan yang terintegrasi dengan peternak plasma.

“Pola kemitraan oleh pelaku usaha dengan peternak dapat memberdayakan peternak atau masyarakat sekitar agar ada peningkatan pendapatan dan pemberdayaan peternak serta penciptaan lapangan kerja’’, jelas Mentan SYL.

Untuk itu, lanjut Mentan SYL, dalam pemberdayaan peternak melalui kegiatan pengembangan ternak ruminansia potong, Provinsi lampung sejak tahun 2016-2019 telah difasilitasi ternak sapi potong sebanyak 1.038 ekor, kerbau sebanyak 20 ekor dan kambing sebanyak 124 ekor, sedangkan untuk tahun 2019 juga dialokasikan dana yang mencapai lebih dari 6.8 Milyar untuk kegiatan peningkatan produksi pakan ternak (Unit usaha Hijauan Pakan Ternak 1 kelompok ) dan Unit pengelolaan Pakan Lokal (3 kelompok unggas dan 2 kelompok ruminasia). 

Selain itu, sarana dan prasarana IB menunjang SIWAB mencapai lebih dari 4.6 Milyar yang terdiri dari container sejumlah 71 unit, N2 cair sebanyak 170 ribu liter, Septofotometer 1 unit, Vitamin dan obat 1 paket, kendaraan roda 3 untuk Pemasaran 1 unit, dan revitalisasi bangunan pengolahan 1 unit sekitar Rp. 140 juta.

“Kementan mendorong lampung dapat mengelola sarana dan prasarana yang dimiliki dengan efektif dan efisien” terang Mentan SYL.

Sementara itu, Arinal mengungkapkan upaya kedaulatan pangan tidak hanya mencakup ketersediaan yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengakses sehingga pemerintah mendorong sehingga mempunyai jiwa kewirausahaan yang mandiri.

“Kami ingin kembangkan potensi Lampung menjadi penyuplai sapi nasional” terangnya,

Sementara itu,  Welly Sugiono, Director of Corporate Affair PT.  GGP, menjelaskan bahwa perusahaan GGL merupakan anak usaha dari Gunung Sewu Group yang juga perusahaan ekportir nenas dan buah tropis lainnya, dalam pelaksanaan operasional perusahaannya saling terintegrasi dan menguntungkan serta ramah lingkungan.

“Dalam menjalankan usaha peternakan GGL mempertimbangkan aspek kesinambungan dengan menjalankan program pembibitan yang melibatkan peternak kecil”’ tuturnya.

 

Narahubung:
Ir. Sugiono, MP., Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan