Undang 263 Pelaku Usaha, Kementan Sosialisasikan Layanan Rekomendasi Secara On Line Untuk Komoditas Peternakan

Tanggal Posting : 09 November 2017 | Publikasi : (admin) | Hits : 59

Depok_ (27/10/2017). Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) undang 263 pelaku usaha di bidang produk pangan asal hewan, produk hewan non pangan dan makanan hewan kesayangan (pet food) untuk sosialisasikan layanan rekomendasi online. “Kegiatan Sosialisasi dan Workshop ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan rekomendasi agar lebih cepat, mudah dan mengedepankan transparansi” ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) pada Sosialisasi dan Workshop Layanan Rekomendasi online Produk Pangan Asal Hewan, Produk Hewan Non Pangan dan Makanan Hewan Kesayangan (Pet Food) pada hari Jum’at, 27 November 2017 di The Margo Hotel Depok.

I Ketut Diarmita juga menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Ditjen PKH dalam upaya meningkatkan kualitas layanan rekomendasi yang diharapkan akan semakin lebih efektif dan efisien untuk sub sektor peternakan dan kesehatan hewan. “Hari ini kita akan mensosialisasikan layanan online, sehingga pelaku usaha dapat belajar untuk penggunaan aplikasinya untuk produk pangan asal hewan, produk hewan non pangan dan makanan hewan kesayangan”, kata I Ketut Diarmita.

Menurut I Ketut Diarmita, sampai saat ini terdapat 15 (lima belas) jenis komoditas yang secara rutin diajukan permohonan rekomendasi teknisnya oleh pelaku usaha. “Dari lima belas komoditas tersebut, sejak tahun 2015 terdapat 7 (tujuh) komoditas yang permohonan rekomendasinya telah diproses secara online yaitu (1) karkas, daging, dan/atau olahannya; (2) pendaftaran pakan; (3) pemasukan benih/dan atau bibit ternak; (4) izin usaha obat hewan; (5) obat hewan; (6) bahan pakan asal hewan; dan (7) ruminansia besar”, ungkapnya.

“Tahun 2017 ini, kami menargetkan 15 komoditas peternakan dan kesehatan hewan yang permohonannya akan diproses secara online”, tegasnya. “Jika sistem ini telah mulai diaplikasikan, maka jumlah komoditas yang pelayanan rekomendasinya dilaksanakan secara online menjadi 15 produk” tambahnya.

Dalam acara tersebut juga disampaikan paparan dan diskusi oleh narasumber yang kompeten yaitu: (1) Inspektur IV, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, I Gede Made Kuswandana, yang memaparkan tentang kebijakan pengawasan layanan rekomendasi online; (2) Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Perijinan, Abdul Rauf Ginting dengan tema kebijakan layanan rekomendasi online Kementerian Pertanian; (3) Kepala Pusat Data dan System Informasi Pertanian, yang diwakili oleh Pranata Komputer Muda, Nugroho Setyabudhi yang memaparkan pengembangan aplikasi layanan online Kementerian Pertanian; dan (4) Kepala Sub Direktorat Sanitary & Standarisasi Ditjen PKH yang menyampaikan aspek persyaratan teknis dan administrasi.

I Ketut Diarmita menekankan, efisensi dan kecepatan dalam hal proses pelayanan rekomendasi bukan saja ditentukan oleh kualitas pelayanan rekomendasi maupun kualitas pelayanan dan sistemnya. Menurutnya, efisensi dan kecepatan dalam hal proses pelayanan sangat ditentukan pada keseriusan dan kesiapan para pengguna jasa layanan dalam melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, baik administrasi maupun teknis.

“Saya berharap agar pemerintah dan pelaku usaha bersama-sama berupaya semaksimal mungkin dapat memenuhi kewajiban pada fungsi masing-masing, agar efektifitas, efisiensi dan transparansi layanan rekomendasi komoditas peternakan dan kesehatan hewan dapat terwujud,” ujar I Ketut Diarmita.

 

Contact Person: Ir. Nasrullah, MSc. (Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan)