Upsus Siwab Menjadi Tampilan Utama Stand Ditjen Pkh Pada Pameran Hari Pangan Sedunia 2017 Di Pontianak

Tanggal Posting : 23 Oktober 2017 | Publikasi : (admin) | Hits : 141

Pontianak (19/10/1017),_ Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 37 tahun 2017, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) turut serta memeriahkan kegiatan pameran yang tergabung dalam Paviliun Kementerian Pertanian. Kegiatan pameran ini berlangsung selama 4 (hari) sejak hari Kamis-Minggu, 19-22 Oktober 2017  di Markas Kodam VII/ Tanjungpura, Kabupaten Pontianak Provinsi, Kalimantan Barat yang dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang ditandai dengan pemukulan  alat tradisional Suku Dayak yakni Kankuang pada hari Kamis 19 Oktober 2017.

Peringatan HPS ke- 37 merupakan momentum untuk menguatkan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian dalam arti luas termasuk di dalamnya pembangunan bidang peternakan dan kesehatan hewan. Tema HPS secara nasional adalah “Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia”. Hal ini sejalan dengan tema internasional HPS yang ditetapkan Food and Agriculture Organization (FAO) yakni, “Change The Future Of Migation, Invest In Food Security And Rural Development”.  

Untuk itu, peringatan HPS tahu 2017 dimanfaatkan oleh Ditjen PKH untuk memberikan informasi  bidang peternakan dan kesehatan hewan kepada masyarakat dan generasi muda, terutama bagi para pelajar atau mahasiswa.  Selain itu juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif seluruh komponen pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, serta untuk mendorong usaha-usaha penyelenggaraan pangan berkelanjutan yang membawa dampak sosial ekonomi kepada masyarakat.

Peringatan HPS tahun ini juga digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan kepada masyarakat dan dunia internasional akan pencapaian kemajuan pembangunan pangan pada era Kabinet Kerja. Dalam kesempatan tersebut, ada beberapa mahasiswa dari Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, menanyakan informasi mengenai program utama pemerintah khususnya program Ditjen PKH.

Dijelaskan oleh Info Guide pameran dari Ditjen PKH, program utama pemerintah saat ini adalah Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab)  dalam upaya mendukung percepatan peningkatan populasi sapi di dalam negeri dengan melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB)) yang didukung  ketersediaan pakan yang berkualitas, penangana ganguan reproduksi (ganrep), penyediaan obat-obatan dan vaksin, penyelamatan betina produktif. Dalam Upsus Suwab tersebut, pemerintah menargetkan kebuntingan 3 juta ekor dari 4 juta akseptor sapi/kerbau pada tahun 2017.

Selain kegiatan pameran, rangkaian kegiatan HPS meliputi acara puncak, tur diplomatik, perlombaan, panen padi, seminar dan ekspor beras dalam rangka pengembangan lumbung pangan di kawasan perbatasan.   Panitia juga menggelar lomba cipta menu bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK yang bertujuan untuk memasyarakatkan konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman.  

Seminar World Food Day 2017 juga dilakukan dengan tema “Menggerakkan Generasi Muda untuk Membangun Pertanian di Wilayah Perbatasan”.  Kegiatan ini merupakan upaya memperkenalkan budaya Indonesia, serta menarik investasi luar negeri untuk pembangunan pertanian.

Pemerintah berpandangan, perlu diciptakan lapangan pekerjaan yang prospektif dan inovatif serta modern di bidang pertanian, hortikultura, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan. Modernisasi dan peningkatan peran generasi muda pada sektor pangan diharapkan dapat mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045.

Pembangunan pedesaan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya memberdayakan pemuda dengan berbagai usaha produktif di bidang pertanian, hortikultura, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan secara modern dan inovatif.
Guna mendukung Indonesia menuju lumbung pangan dunia, pemerintah tengah membangun lumbung pangan di 5 kabupaten perbatasan yakni Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu seluas sekira 50.000 hektar, melalui penerapan teknologi.