Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Audit Laboratorium Veteriner Diperkuat, Kementan Pastikan Layanan Kesehatan Hewan Andal untuk Peternak

15/03/2026 10:17:00 Indra 93

Bandar Lampung – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat sistem pengujian penyakit hewan untuk memastikan layanan kesehatan hewan yang akurat dan dapat diandalkan bagi peternak. Langkah ini dilakukan melalui Audit Internal Sistem Manajemen Mutu di Balai Veteriner Lampung pada 10–11 Maret 2026.

Penguatan sistem laboratorium veteriner dinilai penting karena hasil pengujian penyakit hewan menjadi dasar dalam penanganan kesehatan ternak di lapangan. Bagi peternak, keakuratan diagnosis penyakit dapat menentukan kecepatan penanganan wabah, mengurangi risiko kerugian, serta menjaga produktivitas ternak.

Audit tersebut dilaksanakan untuk memastikan seluruh proses pengujian di laboratorium berjalan sesuai standar internasional, yakni SNI ISO/IEC 17025:2017 dan SNI ISO 17043:2023. Kedua standar tersebut menjadi acuan dalam menjamin kompetensi laboratorium, konsistensi layanan, serta keandalan hasil pengujian.

Balai Veteriner Lampung merupakan salah satu laboratorium Kementan yang menjadi rujukan dalam pengujian penyakit hewan. Layanan laboratorium ini menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan hewan nasional yang berdampak langsung pada perlindungan usaha peternak rakyat.

Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, mengatakan audit internal dilakukan untuk memastikan seluruh proses laboratorium berjalan sesuai standar sekaligus membuka ruang perbaikan berkelanjutan.

“Audit ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk mendeteksi peluang perbaikan atau opportunity for improvement. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, kami dapat memastikan seluruh proses laboratorium berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Menurut dia, penerapan standar mutu laboratorium juga penting untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan, termasuk peternak yang memanfaatkan layanan pengujian penyakit hewan.

“Kami berharap Balai Veteriner Lampung sebagai laboratorium pengujian penyakit hewan dan penyelenggara uji profisiensi dapat terus memberikan layanan yang kredibel dan berkontribusi dalam mendukung kesehatan hewan nasional,” tambahnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa penguatan sistem kesehatan hewan, termasuk peningkatan mutu laboratorium veteriner, merupakan bagian penting dari perlindungan subsektor peternakan nasional.

"Penguatan sistem kesehatan hewan adalah fondasi utama kepercayaan pasar internasional. Karena itu, kami memastikan biosekuriti, surveilans penyakit, serta penerapan zonasi dan kompartemen berjalan konsisten sebagai standar nasional," ujar Agung dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Menurut Agung, sistem kesehatan hewan yang kuat tidak hanya penting untuk perdagangan internasional, tetapi juga untuk melindungi peternak rakyat dari risiko penyakit ternak yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

Dengan penguatan sistem laboratorium veteriner ini, Kementan berharap peternak dapat memperoleh layanan diagnosis penyakit yang cepat dan akurat sehingga langkah pengendalian penyakit ternak dapat dilakukan lebih dini. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas ternak sekaligus melindungi keberlanjutan usaha peternak rakyat. (*)

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH