Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

BIB Lembang Jadi Rujukan Akademik, Kementan Dorong Kolaborasi Inovasi Reproduksi Ternak

26/06/2025 08:18:00 Pradi 218

Lembang — Kementerian Pertanian melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang kembali menunjukkan perannya sebagai pusat unggulan teknologi reproduksi hewan di Indonesia. Pada Jumat (20/6/2025), BIB Lembang menerima kunjungan akademik dari Program Pascasarjana Ilmu Biomedis Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Senat Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB, Prof. Bambang Purwantara, ini menjadi bagian dari upaya memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap penerapan langsung ilmu biomedis di lapangan, sekaligus menjajaki peluang kerja sama riset strategis dengan Kementerian Pertanian.

“Kami melihat 2 model kandang anti polusi udara dan tidak bau kotoran sehingga ternak dalam kandang sangat rileks dan sehat dengan menerapkan prinsip-prinsip perbibitan yang baik,” ujar Bambang. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kemungkinan kerja sama riset bagi mahasiswa pascasarjana kami. Tentu saja, beberapa lokasi lain juga akan kami pertimbangkan, namun BIB Lembang menjadi salah satu opsi utama

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa dan dosen IPB berkesempatan menyaksikan langsung proses teknis yang dijalankan oleh tim BIB Lembang, mulai dari pemotongan kuku pejantan, proses penampungan dan pembekuan semen, hingga evaluasi kualitas sperma.

Tak hanya itu, rombongan juga mengunjungi unit pengembangan ternak domba di Farm Sanca, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, yang dikelola BIB Lembang sebagai bagian dari layanan umum. Lokasi ini menarik perhatian karena menerapkan model kandang anti amoniak.

Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, menyatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci penting dalam peningkatan kapasitas kelembagaan dan transfer teknologi kepada masyarakat. “Kami terbuka untuk menjalin sinergi riset, pendidikan, maupun inovasi lapangan. Ini bagian dari komitmen kami sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian dalam mendukung kemajuan peternakan nasional,” ujarnya.

Kementerian Pertanian memandang kerja sama seperti ini sebagai upaya nyata membangun ekosistem riset terapan di subsektor peternakan. Inovasi berbasis ilmu pengetahuan sangat diperlukan untuk menjawab tantangan ketersediaan bibit unggul dan peningkatan populasi ternak secara berkelanjutan.

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH