Capai Kemandirian Pakan Nasional, Kementan Gandeng Tim Ahli Pakan Tingkatkan Kualitas UPT
Yogyakarta - Ketersediaan pakan nasional menghadapi berbagai tantangan. Dalam situasi ini, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kementerian Pertanian yang merupakan ujung tombak pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah yakni Kementerian Pertanian di lapangan, memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan dan pengelolaan pakan yang berkualitas, tepat jumlah, dan berkelanjutan.
“Peningkatan kinerja UPT menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan keberhasilan program nasional yang telah ditetapkan," ujar Agung Suganda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian saat memberikan arahan Rapat Koordinasi Pengembangan Pakan dan Potensi Pakan di UPT lingkup Ditjen PKH, di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (25/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis terkait peningkatan kualitas dan kemandirian pakan nasional, baik untuk unggas maupun ruminansia turut dibahas. Agung berharap UPT dapat menjadi pusat sumber pakan dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal pembuatan pakan dengan melakukan modernisasi melalui penerapan teknologi pembuatan pakan sesuai dengan prinsip-prinsip cara pembuatan pakan yang baik dengan tetap memperhatikan efisiensi pakan.
Agung mengatakan berbagai kendala terkait pakan yakni mulai dari fluktuasi pasokan hijauan, penyediaan pakan konsentrat, keterbatasan lahan, hingga distribusi yang belum merata di masing-masing wilayah, UPT memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan dan pengelolaan pakan.
Sementera itu, terkait kualitas pakan dan keamanan pakan, Agung meminta UPT secara berkala melakukan pengujian kualitas pakan dan keamanan pakan dengan memanfaatkan BPMSP Bekasi sebagai laboratorium pengujian, untuk memastikan pakan yang dihasilkan terjaga kualitasnya.
"BPMSP Bekasi yang merupakan satu-satunya laboratorium pakan nasional, saya harapkan juga terus meningkatkan pelayanan pengujiannya," ujar Agung yang mengingatkan bahwa kualitas hasil uji mutu dan keamanan pakan dari laboratorium pakan menjadi tuntutan pelanggan ditengah semakin berkembangnya produsen pakan baik skala besar maupun skala UMKM.
Direktur Pakan, Tri Melasari di kesempatan yang sama mengungkapkan pakan yang berkualitas, tak lepas dari peran Tim Ahli Pakan pada setiap UPT lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) yang melakukan pendampingan. Tim Ahli ini dibentuk untuk memberikan saran, pemikiran, pertimbangan, dan rekomendasi bagi kemajuan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan khususnya melalui kontribusi dan peran nyata bidang pakan. "Tim Ahli mendukung peningkatan produktivitas tenak dengan pakan ternak yang berkualitas," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim ahli pakan memberikan saran untuk pengembangan UPT yaitu melalui mekanisasi serta manajemen pemberian pakan di UPT yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam produksi ternak. Selain untuk pengembangan UPT, tim ahli pakan turut memberikan berbagai masukan terkait isu-isu di bidang pakan yaitu pengaturan penerapan kewajiban bagi produsen bungkil inti sawit (BIS) untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan ekspor, serta penerapan program tumpang sisip jagung di lahan sawit yang replanting yang berpotensi menghasilkan tambahan produksi jagung sekitar 3 juta ton.
Kementerian Pertanian dalam kesempatan itu menegaskan akan menyusun roadmap penyediaan pakan/bahan pakan dan peta jalan swasembada pakan hijauan, termasuk pengembangan kebun bibit hijauan di setiap UPT