Dorong Inovasi dan Hilirisasi, Kementan Dukung Unsri Kembangkan Riset Peternakan
Sembawa – Kementerian Pertanian menggandeng Program Studi Peternakan Universitas Sriwijaya (Unsri) untuk memperkuat daya saing dan kemandirian subsektor peternakan nasional. Kolaborasi ini diawali dalam pertemuan di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Sembawa, Rabu (16/7/2025).
Kepala BPTU HPT Sembawa, Muhammad Imron, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi Kementan dalam mendorong hilirisasi riset dan inovasi. Ia menyebut, hasil-hasil riset harus langsung dapat diterapkan demi mendukung ketahanan pangan dan kemandirian genetik nasional.
“Kementan mendorong kolaborasi lintas institusi agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan protein hewani sekaligus unggul dalam produksi bibit nasional,” ujar Imron.
BPTU HPT Sembawa sendiri merupakan unit teknis di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan. Balai ini memiliki mandat untuk menyediakan, mengembangkan, serta mendistribusikan bibit ternak unggul dan hijauan pakan ternak.
Dalam pertemuan tersebut, Kementan dan Unsri mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang akan menjadi fokus riset bersama. Topiknya meliputi inovasi pemuliaan ayam lokal unggul, efisiensi reproduksi ternak ruminansia, optimalisasi hijauan pakan lokal, hingga integrasi teknologi presisi dalam sistem pembibitan nasional.
Ketua Program Studi Peternakan Unsri, Rizki Palupi, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga teknis pemerintah menjadi landasan penting dalam pengembangan ilmu terapan.
“Ruang kolaborasi seperti ini adalah fondasi penting bagi pendidikan tinggi untuk tidak hanya mencetak lulusan, tapi juga menciptakan solusi nyata bagi bangsa,” ucap Rizki.
Selain pengembangan riset, kerja sama ini juga membuka peluang untuk program magang mahasiswa, riset terapan, dan pengembangan teknologi peternakan berkelanjutan yang menjawab kebutuhan langsung peternak dan masyarakat.
Kementerian Pertanian menegaskan, kerja sama ini adalah bagian dari komitmen menjadikan ilmu pengetahuan dan inovasi sebagai pilar utama menuju peternakan Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.