Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Harga Cabai Rawit dan Daging Ayam Turun, Kepala Bapanas: Sidak dan Satgas Saber Pangan Terus Kawal Stabilitas Pangan

01/03/2026 19:32:00 Indra 135

Jakarta – Tren harga dua komoditas pangan strategis pada cabai rawit merah dan daging ayam ras, menunjukkan penurunan signifikan secara nasional. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026, harga cabai rawit merah menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Pada 23 Februari 2026, harga tercatat sebesar Rp77.645 per kilogram, kemudian turun secara bertahap menjadi Rp70.953 per kilogram pada 1 Maret 2026. Secara kumulatif, terjadi penurunan sekitar 8,62 persen dalam sepekan. Tren ini memperlihatkan koreksi harga yang konsisten dan cenderung melandai menjelang awal Maret.

Sementara itu, harga daging ayam ras relatif lebih stabil dengan kecenderungan menurun. Pada 23 Februari 2026 harga berada di Rp41.293 per kilogram dan perlahan bergerak turun hingga Rp40.767 per kilogram pada 1 Maret 2026, atau terkoreksi sekitar 1,27 persen. Pola ini menunjukkan bahwa harga daging ayam ras berada dalam kondisi stabil dengan fluktuasi yang terkendali.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tren penurunan ini merupakan hasil dari penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga melalui intensifikasi pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di lapangan.

“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Ini buah dari kerja bersama, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan distribusi. Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan, dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegas Kepala Bapanas Amran, Minggu (1/3/2026).

Kecenderungan penurunan harga dua komditas tersebut terlihat dari sidak yang dilakukan di berbagai daerah pada 28 Februari 2026. Di Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, harga cabai rawit merah turun signifikan dari Rp50.000/kg menjadi Rp40.000/kg. Di Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, harga juga terkoreksi tajam dari Rp120.000/kg pada hari sebelumnya menjadi Rp80.000/kg dan kembali turun ke kisaran Rp75.000/kg. Di Pasar. Cikpuan Riau, harga bahkan berada jauh di bawah HAP, yakni Rp40.000/kg. Sementara itu, di Gorontalo harga terpantau sesuai HAP sebesar Rp57.000/kg. Meski di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Banten harga masih berada di atas HAP—masing-masing di kisaran Rp80.000/kg dan Rp100.000/kg—tren penurunan mulai terbentuk seiring membaiknya distribusi dan penguatan pengawasan rantai pasok dengan aksi guyur cabai yang dilakukan dengan kolaborasi petani champion cabai binaan Kementan bersama Bapanas melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Secara umum, tekanan harga cabai mulai mereda dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mengalami lonjakan tinggi.

Sementara itu, untuk komoditas daging ayam ras, kondisi nasional relatif lebih stabil. Di sebagian besar wilayah seperti Jawa Timur, Kalimantan Barat, Gorontalo, Jawa Tengah, dan Banten, harga berada pada kisaran Rp38.000–Rp40.000/kg atau sesuai HAP. Bahkan di Riau dan Sulawesi Barat, harga tercatat berada di bawah HAP, masing-masing Rp33.000–35.000/kg dan Rp37.500/kg. Tidak ditemukan lonjakan signifikan pada komoditas ini, dan pasokan terpantau cukup di tingkat pasar tradisional maupun ritel modern.

Dengan tren penurunan yang mulai terlihat pada cabai rawit merah dan daging ayam ras, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional tetap terjaga, sekaligus menjaga inflasi pangan tetap terkendali.

“Kita ingin masyarakat mendapatkan harga yang wajar, peternak dan petani tetap memperoleh margin yang sehat, dan distribusi berjalan adil. Negara hadir untuk memastikan keseimbangan itu,” pungkas Kepala Bapanas Amran.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH