Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Hilirisasi Ayam Terintegrasi Diharapkan Gerakkan Ekonomi Desa NTT

03/01/2026 12:05:00 Indra 201

Sumba — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok perunggasan nasional berbasis potensi daerah. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem perunggasan yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program, Kementan melakukan peninjauan untuk memastikan kesiapan teknis serta dukungan wilayah. Aspek yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan sumber air, akses logistik, calon lokasi kandang, hingga rencana pembangunan fasilitas pendukung seperti pabrik pakan dan rumah potong hewan unggas (RPHU). Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis dan tahapan implementasi ke depan.

Pemerintah daerah menyambut positif rencana pengembangan tersebut. Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menilai program hilirisasi ayam terintegrasi sebagai peluang strategis bagi daerah.

“Kami melihat program ini sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak dan tenaga kerja lokal,” ujarnya saat audiensi di Kabupaten Sumba Timur, Selasa lalu (30/12/2025).

Komitmen serupa disampaikan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah mendukung pengembangan integrasi dan hilirisasi ayam di wilayahnya, terutama untuk menjawab tingginya kebutuhan protein hewani masyarakat.

“Kami turun langsung untuk memastikan kesiapan lokasi dan ekosistem pendukung. Jika ada kendala, kami siap mencari solusi bersama agar program ini dapat segera berjalan,” ujarnya.

Menurut Ratu Ngadu Bonu Wulla, pengembangan integrasi ayam di daerah diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan peternak dan masyarakat setempat. “Pemerintah daerah siap mendukung. Prinsip kami jelas, masyarakat harus diuntungkan agar program ini berkelanjutan,” katanya.

Hilirisasi ayam terintegrasi dirancang mencakup seluruh mata rantai usaha dalam satu kawasan, mulai dari penyediaan pakan, pembibitan, budidaya, hingga pengolahan dan distribusi produk unggas. Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap produksi unggas daerah dapat tumbuh sekaligus memberi nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di pedesaan.

“Dengan hilirisasi ayam terintegrasi, kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan subsektor peternakan daerah, menyokong kebutuhan produk asal unggas nasional, sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian desa,” ujar Agung di Bone, Jumat (26/12/2025).

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Kementerian Pertanian berharap hilirisasi ayam terintegrasi di Nusa Tenggara Timur dapat menjadi model penguatan subsektor perunggasan berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung ketersediaan pangan asal unggas yang berkelanjutan dan terjangkau bagi masyarakat.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH