IndoLivestock 2025, Inovasi Peternakan Kementan Hadir di Surabaya
Surabaya — Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam memperkuat subsektor peternakan nasional melalui teknologi, regenerasi sumber daya manusia, dan pengembangan ekosistem usaha. Komitmen ini ditunjukkan dengan keikutsertaan aktif Kementan dalam pameran IndoLivestock 2025 Expo & Forum yang akan berlangsung pada 2–4 Juli 2025 di Grand City Convex, Surabaya.
Pameran ini merupakan bagian dari agenda pameran lintas subsektor peternakan, kesehatan hewan, perikanan, dan pertanian yang digelar oleh PT Napindo Media Ashatama.
"Melalui ajang ini, Kementerian Pertanian tidak hanya menghadirkan layanan teknis, tetapi juga menawarkan berbagai peluang investasi dan kolaborasi usaha. Kami berharap ini menjadi jendela informasi yang membuka wawasan masyarakat terhadap kemajuan dunia peternakan," kata Edy Budi Susila, Kepala Balai Besar Veteriner Farma Surabaya dalam konferensi pers yang digelar, Senin (30/6/2025).
Kementan menyiapkan paviliun khusus dalam pameran tersebut yang menampilkan lima unit pelaksana teknis (UPT) utama, masing-masing memiliki keunggulan layanan dan peran strategis dalam mendukung program pembangunan peternakan nasional.
Lima UPT tersebut adalah Balai Besar Veteriner Farma Surabaya, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Balai Embrio Ternak Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, serta Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden. Di paviliun ini, masyarakat juga dapat mengikuti konsultasi interaktif mengenai investasi, ekspor, perizinan usaha, serta bibit dan teknologi peternakan unggulan.
Salah satu sorotan utama paviliun adalah pengenalan program Ayam Merah Putih, sebuah program yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya ayam petelur sebagai sumber protein hewani sekaligus pendapatan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan yang berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi keluarga petani.
Selain menampilkan layanan teknis, IndoLivestock 2025 juga menjadi ajang penting untuk mendorong regenerasi pelaku peternakan. Kementan menekankan perlunya mendorong partisipasi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dan peternakan dengan pendekatan teknologi dan inovasi.
"Peternakan modern membutuhkan SDM yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing secara global. Kami membuka ruang bagi peternak milenial untuk terlibat aktif," ujar Edy.
Asisten Project Director PT Napindo Media Ashatama, Lisa Rusli, menyampaikan bahwa IndoLivestock telah menjadi salah satu pameran peternakan terbesar di Asia Tenggara yang terus konsisten dalam menjembatani kepentingan industri dan pemerintah.
"Tahun ini kami menghadirkan lebih dari 300 peserta dari 25 negara. Fokus kami adalah membangun daya saing industri peternakan Indonesia di tingkat global melalui teknologi, inovasi, dan jejaring internasional," ujar Lisa.
Ia menambahkan bahwa melalui kerja sama erat dengan Kementan, pihaknya berkomitmen menjadikan IndoLivestock sebagai forum strategis untuk promosi produk dalam negeri sekaligus memperluas akses pasar internasional.
Melalui IndoLivestock 2025 ini, Kementan berharap terjadi perluasan kerja sama antara pemerintah, industri, peternak, dan pelaku usaha dalam membangun sistem peternakan yang tangguh dan berdaya saing. (*)