Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Ayam serta Telur

23/01/2026 19:05:00 Pradi 47

Jakarta — Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas produksi dan harga ayam serta telur menjelang Ramadan dan Idulfitri. Komoditas unggas dinilai krusial karena menjadi sumber protein utama masyarakat dan berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan usaha peternak.

Sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menggelar koordinasi bersama asosiasi perunggasan dan Satgas Pangan Polri di kantor Ditjen PKH, Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut membahas pengamanan pasokan, pengendalian harga, serta komitmen pelaku usaha dari hulu hingga hilir agar tidak terjadi gejolak pasar.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Achmad Dawami mengatakan ketersediaan ayam dan telur dalam kondisi aman. Produksi anak ayam atau day old chick (DOC) broiler nasional saat ini mencapai sekitar 70 juta ekor per minggu, sementara produksi telur berada di kisaran 14 ribu ton per hari.
“Dari sisi pasokan, baik ayam maupun telur aman untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Meski demikian, Dawami mengingatkan potensi kelebihan produksi pada periode Maret hingga Juli. Jika produksi DOC meningkat pada Maret, ayam broiler akan dipanen pada April atau setelah Lebaran. Kondisi tersebut dinilai berisiko menekan harga di tingkat peternak. Ia meminta pembibit menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar.
“Kalau harga jatuh, yang akan terkena dampaknya peternak dan pemerintah juga yang akhirnya didemo,” kata Dawami.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementerian Pertanian Hary Suhada menyampaikan kesepakatan harga DOC untuk menghadapi HBKN. Pembibit diimbau menjual DOC final stock (FS) layer dengan harga kewajaran maksimal Rp11.000 per ekor, sedangkan DOC FS broiler maksimal Rp7.000 per ekor.

Selain DOC, pemerintah juga mendorong stabilisasi harga di tingkat produksi. Hary menyebut harga ayam hidup atau livebird ditargetkan berada di kisaran Rp21.000–Rp23.000 per kilogram. Adapun harga telur ayam ras dijaga tetap berada di atas Harga Pokok Produksi (HPP) agar keberlanjutan usaha peternak tetap terjaga.

Dari sisi pengawasan, Satgas Pangan Mabes Polri menyatakan akan mengawal rantai pasok unggas mulai dari hulu hingga konsumen. Kepala Tim Satgas Pangan Mabes Polri Brigjen Pol Djoko Prihadi mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga DOC serta produk unggas. Ia juga menyebut Satgas Pangan tengah mengawal evaluasi kebijakan harga yang akan ditinjau kembali oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Anggota Satgas Pangan Polri lainnya, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, menyoroti pentingnya pengawasan distribusi DOC agar rantai pasok lebih ringkas. Menurut dia, keberadaan distributor yang tidak terkendali berpotensi menaikkan harga sebelum DOC sampai ke peternak.

“Distributor harus diawasi dan berkomitmen tidak menaikkan harga, jangan sampai beban justru jatuh ke peternak, terutama peternak UMKM,” tegasnya.

Pemerintah berharap kesepakatan ini dapat menjaga keseimbangan antara perlindungan peternak dan keterjangkauan harga bagi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi sesuai kewenangan apabila kesepakatan tersebut tidak dipatuhi.

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH