Kementan Unpad Kembangkan Riset Domba Garut, Satukan Budaya dan Ekonomi Peternak
Sumedang — Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) kembali menarik perhatian publik. Kali ini, ajang bergengsi bertajuk Piala Padjadjaran Seni Ketangkasan Domba Garut digelar di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Jawa Barat, Sabtu (18/10). Kegiatan ini menjadi ajang inspiratif sekaligus wadah pelestarian warisan budaya Sunda yang telah dikenal secara nasional.
Acara yang diikuti ratusan peternak dari berbagai daerah di Jawa Barat ini mendapat apresiasi tinggi dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda. Ia menegaskan bahwa pelestarian Domba Garut bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Domba Garut harus menjadi ikon nasional. Selain bernilai budaya, potensinya sangat besar dalam penyediaan protein hewani dan pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, kegiatan SKDG memiliki nilai ekonomi tinggi bagi peternak lokal. Domba yang menjuarai kontes biasanya mengalami peningkatan harga jual signifikan. Karena itu, ia mendorong Unpad untuk membentuk pusat riset Domba Garut, yang berfungsi mengembangkan inovasi pemuliaan, konservasi plasma nutfah, dan peningkatan mutu genetik ternak rakyat.
Lebih jauh, Agung menyebut Kementan saat ini tengah memperjuangkan agar penyembelihan dam haji dapat dilakukan di Indonesia. Jika terealisasi, langkah ini diyakini akan berdampak positif bagi peningkatan permintaan serta pemberdayaan peternak domba dan kambing di dalam negeri.
“Saat ini tercatat ada sekitar 3,3 juta peternak kambing dan domba di Indonesia, dan sebagian besar berada di Jawa Barat. Jika pemotongan dam haji bisa dilakukan di tanah air, nilai ekonomi bagi peternak akan meningkat tajam,” tutur Agung.
Sementara itu, Rektor Unpad, Arief Kartasasmita, menyampaikan kebanggaannya karena Unpad dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan budaya sekaligus ilmiah tersebut. Ia menilai, kegiatan ini membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan.
“Sesuai arahan Bapak Dirjen, kami siap menindaklanjuti melalui pembentukan pusat riset Domba Garut yang fokus pada pemuliaan dan pengembangannya. Kami juga berkomitmen memperluas kolaborasi untuk mengangkat potensi Domba Garut hingga tingkat nasional.” ujar Arief.
Upaya ini sejalan dengan dua pilar utama Unpad, yakni pelestarian budaya daerah—khususnya budaya Jawa Barat—serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang rekayasa dan inovasi peternakan.
Dukungan juga datang dari kalangan peternak. Ketua DPD HPDKI Jawa Barat, Denny Mulyadi, menyebut ajang SKDG bukan sekadar kontes, melainkan wadah pemberdayaan ekonomi rakyat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang didukung pemerintah pusat dan daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Peternak siap menyuplai hewan terbaik, termasuk untuk kebutuhan pemotongan dam haji yang sedang diupayakan dilakukan di Indonesia,” ujar Denny.
Kementerian Pertanian berharap, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan peternak melalui kegiatan seperti SKDG dapat memperkuat ekosistem peternakan nasional yang berkelanjutan.