Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Ajak Generasi Muda Masuk Hilirisasi Ayam, Peluang Usaha Terbuka Luas

05/05/2026 21:58:00 Pradi 146
Jakarta – Kementerian Pertanian mendorong keterlibatan generasi muda dalam subsektor peternakan melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi sebagai langkah memperkuat regenerasi pelaku usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah industri peternakan nasional.
Langkah ini membuka peluang usaha yang lebih luas, tidak hanya di budidaya, tetapi juga di pengolahan, pemasaran, hingga inovasi berbasis teknologi. Kehadiran agropreneur muda akan menjadi kekuatan baru untuk mempercepat modernisasi dan daya saing industri.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Makmun, menegaskan hilirisasi ayam terintegrasi menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kesejahteraan pelaku usaha.
“Generasi muda bisa terlibat langsung dalam proses budidaya, diversifikasi olahan menjadi siap masak atau siap makan, serta menciptakan industri kreatif berbasis teknologi dan peluang yang ada,” ujar Makmun dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Pemuda Tani Indonesia bersama Ditjen PKH Kementerian Pertanian pada Senin (4/5/2026) di Jakarta.
Menurut Makmun, peluang bagi generasi muda sangat terbuka, baik melalui penguatan usaha berbasis koperasi maupun pengembangan UMKM peternakan. Selain itu, akses pemasaran juga diperkuat melalui dukungan BUMN untuk memastikan produk terserap pasar.
Kementerian Pertanian juga memastikan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha muda melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Alsintan (KUA), yang memberikan kemudahan akses modal dengan bunga rendah.
Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo Jr., menegaskan bahwa hilirisasi pertanian merupakan strategi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Hilirisasi pertanian harus menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional. Kebijakan hilirisasi yang telah berjalan saat ini perlu terus diperkuat dan dilanjutkan agar kedaulatan pangan kita semakin kokoh, "ujarnya.
Suroyo juga menekankan peran penting generasi muda sebagai pelopor dalam pembangunan pertanian modern berbasis industri, sehingga mampu mendorong transformasi sektor pertanian secara berkelanjutan.
FGD yang berlangsung secara hybrid ini diikuti peserta dari berbagai daerah, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, hingga Kalimantan dan Lampung. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme generasi muda untuk masuk ke sektor peternakan modern.
Bagi pelaku usaha muda, hilirisasi menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk. Sementara bagi peternak, integrasi dari hulu ke hilir memberikan kepastian usaha dan memperkuat posisi dalam rantai pasok.
Kementerian Pertanian juga menegaskan akan terus memperkuat peran generasi muda melalui kebijakan, pendampingan, dan akses pasar agar sektor peternakan semakin inovatif dan berkelanjutan.
Dengan langkah ini, Kementerian Pertanian memastikan bahwa regenerasi peternak berjalan, usaha berkembang, dan subsektor peternakan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing tinggi. (*)
Kategori
WA Layanan Ditjen PKH