Kementan Gandeng HKTI hingga Industri untuk Sukseskan Hari Susu Nusantara 2026
Jakarta - Pemerintah terus mendorong peningkatan konsumsi susu nasional melalui berbagai strategi, salah satunya dengan menyiapkan peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) Tahun 2026 secara lebih terstruktur dan melibatkan banyak pihak. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap edukasi gizi masyarakat.
Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lingkup Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), serta Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) pada Rabu (15/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan konsep kegiatan sekaligus memperjelas peran masing-masing pihak dalam pelaksanaannya.
Dalam forum tersebut, disepakati bahwa pelaksanaan HSN 2026 harus dilakukan secara kolaboratif, terencana, dan profesional. Tujuannya adalah agar kegiatan mampu menjangkau masyarakat luas sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya konsumsi susu.
Pelaksanaan acara puncak HSN akan diadakan pada Sabtu (6/6/2026), di Taman Margasatwa Ragunan. Lokasi ini dinilai strategis karena mudah diakses serta menjadi destinasi favorit keluarga, terutama anak-anak yang menjadi target utama edukasi.
Rangkaian kegiatan yang dirancang pun cukup beragam, mulai dari fun run dan fun walk, kegiatan minum susu bersama, talkshow, hingga pameran produk hilirisasi peternakan. Selain itu, lomba edukatif dan pembagian doorprize juga direncanakan untuk menarik minat masyarakat.
Jumlah peserta ditargetkan mencapai sekitar 1.200 orang, baik dari kalangan umum maupun undangan. Tren kegiatan olahraga seperti fun run dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan dalam menyukseskan acara ini.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Makmun, menekankan pentingnya sinergi antarpihak dalam mendukung kesuksesan peringatan Hari Susu Nusantara.
“Pelaksanaan HSN Tahun 2026 perlu dilakukan secara kolaboratif, terencana, dan profesional agar dapat memberikan dampak yang luas dalam peningkatan konsumsi susu dan edukasi gizi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dukungan dari organisasi petani juga menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem persusuan nasional. Keterlibatan berbagai pihak dinilai mampu mendorong keberlanjutan program.
Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Mulyono Makmur, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
“HKTI siap mendukung penuh pelaksanaan peringatan HSN 2026, termasuk berkolaborasi dengan para pelaku persusuan,” katanya.
Selain dukungan kelembagaan, aspek teknis seperti publikasi juga menjadi perhatian. Promosi kegiatan disarankan dilakukan lebih awal dan melibatkan influencer agar jangkauannya lebih luas. Ke depan, sejumlah langkah lanjutan akan dilakukan, mulai dari koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder, pembahasan teknis lokasi, hingga penyusunan rencana kerja yang lebih rinci. Dengan persiapan yang matang, HSN 2026 diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan konsumsi susu dan memperkuat sektor peternakan nasional.