Kementan Pantau Langsung Pasar di Jayapura, Pasokan dan Harga Daging Sapi Stabil
Jayapura - Pemantauan harga dan ketersediaan produk hewani terus dilakukan oleh Balai Veteriner Jayapura Kementerian Pertanian untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga terkendali di tingkat masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Jayapura, Papua, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Kepala Balai Veteriner Jayapura, Tri Juwianto, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi harga serta distribusi produk hewani di pasar. “Kami melakukan pemantauan secara rutin untuk memastikan ketersediaan produk hewani tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar. Dari hasil pemantauan di beberapa pasar, stok masih cukup dan aktivitas perdagangan berjalan normal,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Pemantauan salah satunya dilakukan di Pasar Youtefa, Jayapura. Untuk komoditas daging sapi, Ambar, pedagang di Pasar Youtefa, menyebut harga daging sapi saat ini sekitar Rp140.000 per kilogram dan relatif stabil sejak sebelum Ramadan. Harga tersebut masih sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) daging sapi paha belakang yang berada di kisaran Rp140.000 per kilogram. “Pasokan datang dari Koya, Kota Jayapura, dan pengiriman dilakukan setiap hari sehingga stok masih aman. Menjelang Idulfitri kemungkinan permintaan dan harga bisa meningkat,” ujar Ambar.
Sementara itu, pedagang bernama Sri di pasar yang sama menjual telur ayam ras asal Surabaya dengan harga berkisar Rp70.000 hingga Rp75.000 per rak atau sekitar Rp41.000 hingga Rp44.000 per kilogram. “Stok masih cukup karena pasokan rutin datang dari Surabaya,” kata Sri.
Sri menambahkan, harga daging ayam di pasar tersebut berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp47.000 per kilogram, masih berada di atas HAP sebesar Rp40.000 per kilogram. Meski demikian, permintaan masyarakat selama Ramadan relatif stabil. “Permintaan selama Ramadan biasanya stabil. Kenaikan pembelian baru terasa menjelang Idulfitri,” jelasnya.
Distribusi daging ayam hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala. Selain itu, stabilitas harga juga didukung oleh kegiatan operasi pasar pangan murah yang diselenggarakan oleh dinas ketahanan pangan bersama Bank Indonesia cabang Papua.
Perbedaan harga di pasaran dengan HAP yang ditetapkan pemerintah, menurut Kepala Balai Veteriner Jayapura, Tri Juwianto, dipengaruhi oleh faktor distribusi dan biaya logistik di wilayah Papua. Namun ia juga mengungkapkan bahwa secara umum ketersediaan komoditas hewani di Jayapura masih aman. (*)