Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Akses Kredit Hingga Rp2 Miliar, Peternak Unggas Didorong Tingkatkan Produksi

06/05/2026 14:50:00 Pradi 82

Bogor – Kementerian Pertanian mempercepat penguatan peternakan unggas melalui perluasan akses pembiayaan yang lebih inklusif dan terstruktur, guna memastikan peternak dan pelaku usaha mampu meningkatkan skala dan efisiensi produksi. Langkah ini menjadi kunci di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani nasional. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui koordinasi dan sosialisasi skema Kredit Usaha Alsintan (KUA) yang digelar di Bogor pada Selasa (5/5/2026), dengan melibatkan perbankan, penyedia alsintan, asosiasi, serta pelaku usaha peternakan.

Sejak diluncurkan pada 2023, KUA menjadi instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan, dengan plafon hingga Rp2 miliar dan bunga sekitar 3 persen. Skema ini melengkapi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah berjalan sebelumnya.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, menegaskan bahwa pembiayaan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi peternakan.

“Skema KUA diharapkan dapat berjalan lebih efektif, mudah diakses, dan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha peternakan di berbagai daerah,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan pembiayaan ini sejalan dengan pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT), yang menuntut kesiapan sarana produksi, termasuk kandang modern dan peralatan pendukung.

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan sistem pembiayaan berjalan sehat. Perbankan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian melalui penilaian kelayakan usaha, termasuk karakter, kapasitas, dan kesiapan pelaku usaha.

Pendampingan teknis dan monitoring juga terus dilakukan agar usaha yang dibiayai dapat berkembang secara berkelanjutan.

Perwakilan Bank Nagari menyatakan komitmennya dalam mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha peternakan.

“Sebagai bank penyalur, kami berkomitmen untuk mendukung program ini agar mudah diakses dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, Kementerian Pertanian memastikan pembiayaan tidak hanya menjadi akses modal, tetapi menjadi penggerak utama transformasi peternakan unggas menuju sistem yang modern, efisien, dan berdaya saing.

Pemerintah menegaskan komitmennya: peternak harus naik kelas, usaha harus berkembang, dan produksi nasional harus kuat untuk mendukung ketahanan pangan. (*)

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH