Kementan Perkuat Sistem Pakan Nasional Hadapi Perubahan Iklim
Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat strategi penyediaan pakan nasional untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin memengaruhi subsektor peternakan. Bersama tim ahli, akademisi, dan unit pelaksana teknis, Kementan menyusun langkah penguatan sistem pakan agar produktivitas ternak tetap terjaga dan peternak memiliki kepastian ketersediaan pakan di tengah meningkatnya risiko gangguan iklim dan rantai pasok.
Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Tri Melasari, mengatakan evaluasi program penyediaan pakan menjadi pijakan penting untuk menyusun kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
"Evaluasi Penyediaan Pakan menjadi momentum yang sangat penting untuk melakukan refleksi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program penyediaan pakan nasional. Melalui forum ini, kita dapat mengidentifikasi berbagai capaian, tantangan, serta peluang perbaikan dalam pengembangan hijauan pakan ternak, penyediaan pakan konsentrat, penguatan sumber daya manusia pengawas mutu pakan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendukung," ujar Tri Melasari pada rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan dan Evaluasi Penyediaan Pakan di Bogor, Jawa Barat (2/7/2026).
Menurutnya, Kementan terus mengembangkan sistem penyediaan pakan berbasis ilmu pengetahuan melalui formulasi pakan yang lebih efisien, pengembangan hijauan pakan ternak, peningkatan benih dan bibit hijauan, penguatan pengawasan mutu pakan, serta penyediaan sarana pendukung. Masukan para ahli akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan yang diterapkan di tingkat pusat maupun daerah.
Tim Ahli Pakan Kementerian Pertanian, Didiek Purwanto, menegaskan bahwa keberhasilan usaha peternakan sangat ditentukan oleh kualitas pakan dan manajemen pemeliharaan.
"Pakan harus mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sesuai fase fisiologis dan tujuan pemeliharaan, baik untuk pembibitan, penggemukan, maupun produksi susu. Manajemen pemberian pakan yang tepat, ketersediaan air minum yang cukup, serta pengelolaan kandang yang baik akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien sehingga kesehatan dan produktivitas ternak dapat dipertahankan secara optimal," ujarnya.
Sementara itu, Guru Besar IPB University sekaligus Tim Ahli Pakan Kementerian Pertanian, Prof. Nahrowi, mengingatkan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui sistem penyediaan pakan yang lebih tangguh.
"Stabilitas pakan (feed stability) merupakan salah satu pilar utama dalam membangun sistem peternakan yang tangguh menghadapi tantangan global. Perubahan iklim, fluktuasi harga bahan baku, gangguan rantai pasok, hingga meningkatnya kebutuhan pakan nasional menuntut tersedianya sistem penyediaan pakan yang adaptif dan resilien," kata Prof. Nahrowi.
Ia menilai pembangunan cadangan pakan strategis serta penguatan sistem distribusi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi musim kemarau panjang, bencana, maupun gangguan logistik yang berpotensi mengurangi ketersediaan pakan di tingkat peternak.
Pandangan tersebut diperkuat Kepala BPTU-HPT Indrapuri Ditjen PKH, Dayat, yang menegaskan bahwa kecukupan pakan menjadi syarat utama menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
"Salah satu faktor penentunya adalah tersedianya pakan yang memenuhi kebutuhan nutrisi ternak, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Ketersediaan pakan yang memadai menjadi prasyarat utama dalam menjaga kesehatan ternak sekaligus meningkatkan produktivitas usaha peternakan secara berkelanjutan," ujar Dayat.
Menurutnya, tantangan penyediaan pakan saat musim kemarau perlu dijawab melalui inovasi teknologi, penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan peternak.
Bagi Kementerian Pertanian, sistem pakan yang kuat menjadi fondasi keberlanjutan usaha peternakan. Ketika pakan tersedia secara cukup, berkualitas, dan berkelanjutan, produktivitas ternak dapat dipertahankan, biaya produksi lebih efisien, serta pasokan pangan asal hewan bagi masyarakat tetap terjaga. Karena itu, penguatan sistem pakan akan terus menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung swasembada pangan. (*)