Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Perkuat Surveilans Penyakit ASF di Lampung Timur

14/09/2025 10:44:00 Indra 215

Lampung Timur – Demi menjaga populasi babi sekaligus keberlanjutan usaha peternakan masyarakat dari ancaman penyakit African Swine Fever (ASF) di Lampung Timur, Kementerian Pertanian melalui Balai Veteriner (BV) Lampung menggelar surveilans aktif di Kecamatan Sekampung Udik pada Jumat, 12 September 2025. Langkah ini tidak hanya memastikan status kesehatan ternak, tetapi juga memperkuat sistem biosekuriti agar Lampung Timur tetap menjadi daerah sentra peternakan babi yang aman dari wabah.

Surveilans dilakukan melalui pengambilan sampel darah dan serum dari ternak babi. Kecamatan Sekampung Udik dipilih karena memiliki populasi ternak babi yang tinggi dan terdapat salah satu peternakan yang telah memperoleh sertifikat Kompartemen Bebas ASF, sehingga pemantauan kesehatan ternak menjadi sangat penting. Upaya ini bertujuan memastikan status kesehatan ternak babi setempat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha budidaya babi yang menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan hewan di tingkat daerah.

“Surveilans ASF ini adalah kegiatan yang terus kami lakukan secara rutin agar masyarakat, khususnya peternak babi, dapat memelihara ternaknya dengan baik. Dengan pemantauan kesehatan dan biosekuriti yang kuat, kami berharap usaha peternakan di Lampung Timur tetap produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim BV Lampung, kasus ASF sempat terdeteksi di Lampung Timur pada Maret 2025. Namun, melalui kesigapan peternak, dukungan Dinas Perikanan dan Peternakan, serta penguatan fasilitas biosekuriti, penyebaran penyakit berhasil terkendali.

Apresiasi terhadap upaya ini juga datang dari kalangan peternak. Salah satu peternak di Kecamatan Sekampung Udik, Gde Arya, menyatakan kegiatan yang dilakukan BV Lampung membantu masyarakat dalam menanggulangi penyakit ASF di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BV Lampung dan Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur atas kegiatan positif ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan sehingga masyarakat sekitar dapat beternak babi dengan aman dan lebih baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keamanan peternakan babi semakin meningkat. Selain itu, Lampung Timur diharapkan dapat menjadi contoh wilayah dengan penerapan biosekuriti yang efektif dalam menekan risiko penyakit ASF sekaligus memberikan kepastian usaha bagi pelaku peternakan, menuju Indonesia Emas 2045.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH