Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Sidak Pasar Tradisional Medan, Pastikan Stok Ayam dan Harga Tetap Terkendali Saat Ramadan

21/02/2026 07:30:00 Indra 67
Medan – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (19/2/2026). Dua lokasi yang dikunjungi yakni Pasar Sei Sikambing di Jalan Gatot Subroto, Medan Helvetia, dan Pasar Kampung Lalang di Jalan Kelambir 5, Medan Sunggal. Pemantauan ini bertujuan memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan strategis, khususnya daging ayam broiler, tetap terjaga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Di Pasar Sei Sikambing, aktivitas jual beli terpantau berjalan normal meski permintaan mulai meningkat saat Ramadan. Salah seorang pedagang ayam potong, Edi, menyampaikan bahwa harga ayam mengalami penyesuaian sekitar 14 persen dibanding pekan sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pola yang lazim terjadi saat permintaan mulai bergerak naik.
“Biasanya memang ada penyesuaian saat permintaan mulai meningkat menjelang dan saat hari besar. Tapi secara umum masih dalam kondisi wajar,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Kamis (19/2/2026).
Edi menegaskan, penyesuaian tersebut mengikuti harga dari pemasok dan bukan karena kendala distribusi. Ia memastikan pasokan tetap masuk setiap hari tanpa hambatan. “Kami mengikuti harga dari pemasok. Pasokan tetap lancar, jadi tidak ada kendala dalam pengiriman,” katanya.
Stok ayam di lapaknya saat ini sekitar 30 kilogram dengan suplai rutin dari agen di Medan dan sekitarnya. Ia memperkirakan permintaan akan meningkat sekitar 10 persen pada awal Ramadan, namun masih dalam batas yang bisa diantisipasi. “Kalau awal Ramadan memang lebih ramai, tapi pembelian masyarakat tetap normal. Untuk stok tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Sementara itu, di Pasar Kampung Lalang, suasana perdagangan juga relatif stabil. Pedagang ayam potong lainnya, Agus, mengatakan harga ayam mengalami penyesuaian sekitar 11 persen dibanding minggu lalu. Menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam dinamika pasar menjelang HBKN.
“Biasanya memang ada penyesuaian saat permintaan mulai naik. Tapi pasokan tetap ada dan kami tetap berjualan seperti biasa,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Agus menjelaskan, distribusi dari agen tetap berjalan setiap hari meski jumlah yang diterima pedagang disesuaikan. Stok di lapaknya sekitar 40 kilogram dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen. “Permintaan meningkat, terutama untuk daging ayam. Tapi sejauh ini masih bisa kami layani dengan baik,” katanya.
Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan pasokan ayam di kedua pasar tersebut dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Penyesuaian harga masih dalam batas wajar mengikuti peningkatan permintaan musiman. Pedagang berharap kondisi tetap kondusif sehingga masyarakat dapat berbelanja kebutuhan Ramadan dan Idulfitri dengan rasa tenang dan nyaman.
Kategori
WA Layanan Ditjen PKH