Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Layanan Publik Kementan Raih Nilai A, Petani dan Peternak Rasakan Proses Cepat dan Transparan

13/01/2026 11:44:00 Indra 73

Malang - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mencatatkan capaian kinerja membanggakan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025, Kementerian Pertanian meraih nilai 4,75 dengan kategori A. Hasil tersebut menegaskan kualitas pelayanan publik Kementan yang semakin profesional, prima, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Dalam proses penilaian tersebut, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari ditetapkan sebagai lokus evaluasi pelayanan publik yang mewakili Kementan. Penilaian dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari evaluasi dokumen, peninjauan lapangan, hingga verifikasi data oleh tim evaluator Kementerian PANRB, yang didampingi oleh Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Aparatur (OSDMA) Kementan.

Kepala BBIB Singosari, Akbar, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kementan dalam membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada mutu dan inovasi.

“Prestasi ini tidak lepas dari komitmen seluruh pegawai dalam memberikan layanan terbaik. BBIB Singosari akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat inovasi teknologi inseminasi buatan, serta memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional untuk mendukung pembangunan peternakan yang berdaya saing,” ujar Akbar, Selasa (13/1/2026).

Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Kementerian Pertanian Tahun 2025 melibatkan 25 unit lokus evaluasi. Penilaian difokuskan pada standar pelayanan, kompetensi sumber daya manusia, inovasi layanan, serta tingkat kepuasan masyarakat. Dari hasil evaluasi tersebut, BBIB Singosari mencatat skor 4,86, menjadi salah satu nilai tertinggi di lingkungan Kementan dan berkontribusi signifikan terhadap capaian nilai kementerian secara keseluruhan.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, Kementan dinilai mampu menjaga konsistensi kualitas pelayanan publik di berbagai unit kerjanya.

“Kami melihat banyak praktik baik dan inovasi layanan yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Inovasi-inovasi tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan,” kata Otok.

Pelayanan publik merupakan wajah negara di mata masyarakat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di berbagai kesempatan menegaskan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik, terutama di sektor pertanian yang bersentuhan langsung dengan petani dan pelaku usaha.

“Pelayanan publik yang baik adalah fondasi kepercayaan masyarakat. Di sektor pertanian, layanan yang cepat, transparan, dan profesional akan langsung dirasakan manfaatnya oleh petani dan pelaku usaha,” ujar Mentan Amran.

Capaian nilai 4,75 kategori A ini menjadi bukti nyata komitmen Kementan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. Ke depan, penguatan pelayanan publik di lingkungan Kementan akan terus diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian, daya saing sektor peternakan, serta peningkatan kesejahteraan petani dan peternak di seluruh Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa penguatan pelayanan publik merupakan bagian integral dari strategi pembangunan peternakan nasional.

“Perbaikan layanan di sektor perbibitan dan pemuliaan ternak, termasuk pengembangan teknologi inseminasi buatan di BBIB Singosari, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak,” ujar Nuryani.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH