Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Optimalkan Luas Lahan Penggembalaan, Konawe Selatan Siap Jadi Penyedia Ternak Nasional

07/11/2025 15:00:00 Indra 177

Jakarta - Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara mendorong subsektor peternakan untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai penyedia ternak nasional, dengan dukungan potensi wilayah dan sumber daya alam yang ada.

Lahan padang penggembalaan dengan sumber air yang mencukupi serta lahan untuk pengembangan hijauan pakan ternak (HPT) merupakan modal utama pengembangan subsektor peternakan.

Karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan produktivitasnya. Potensi Konawe Selatan tersebut mengemuka saat Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe Selatan berkunjung dan bertemu Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Peternakan (kementan), I Ketut Wirata di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

"Kami datang untuk koordinasi dan sinkronisasi program di Konawe Selatan dengan Kementerian Pertanian," ujar Irawan HS, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan.

Lebih lanjut Irawan mengemukakan program peternakan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) merupakan bagian dari visi Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo yakni "SETARA" (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera). Ia berharap bisa sejalan dengan program di Kementerian Pertanian untuk memaksimalkan produksi protein hewani, mengingat Konawe Selatan merupakan salah satu sentra pengembangan komoditas ternak di Sulawesi Tenggara.

Sektor peternakan di Konawe Selatan memiliki potensi besar dengan populasi ternak yang beragam, terutama sapi, kambing, dan unggas. Selain itu, Konawe Selatan merupakan salah satu sentra produksi ternak sapi potong utama di Sulawesi Tenggara, yang secara aktif didorong menjadi lumbung ternak nasional.

Sementara itu, I Ketut Wirata mengatakan Kementan akan terus mendorong kemajuan peternakan di Konawe Selatan, salah satunya dengan menawarkan bantuan berupa straw untuk program inseminasi buatan (IB) untuk meningkatkan mutu genetik ternak serta mengupayakan bantuan bibit sapi melalui UPT Perbibitan yang ada. Lebih lanjut, Ketut juga menanyakan terkait program vaksinasi PMK untuk menjamin kesehatan serta menjaga produktifitas ternak, “pengendalian penyakit merupakan salah satu komponen dalam pembangunan peternakan”, sambungnya.

Bak gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga sangat konsen untuk membangun subsektor peternakan lebih baik lagi kedepan.

"Kami berharap Konawe Selatan dengan slogannya SETARA, bisa terwujud. Termasuk pengembangan di sektor peternakan," ujar Ketut

Disampaikan pula bahwa kegiatan prioritas Kementerian Pertanian untuk menopang swasembada pangan asal ternak, yakni penyediaan bibit dan penambahan indukan, pengendalian penyakit hewan menular strategis. Penyediaan pakan dengan dukungan teknologi. Lalu, penjaminan mutu dan keamanan produk dan penguatan hilirisasi produk peternakan agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

"Mudah mudahan Konawe Selatan bisa jadi salah satu prioritas, karena memiliki potensi yang tinggi," tutup Ketut Wirata.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH