Pakar New Zealand Datangi Kementan, Ajak Kembangkan Inovasi Tanaman Chikory
Sembawa - Kementerian Pertanian melalui Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Sembawa menyambut kunjungan dua pakar internasional dari New Zealand, Brian Rhodes Thorrington dan Arjuna Lowther, Senin (20/10/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama global di bidang inovasi hijauan pakan berkelanjutan, khususnya pengembangan tanaman chikory (Cichorium intybus) di wilayah tropis.
Dalam rangkaian kegiatan, kedua pakar melakukan peninjauan lapangan ke padang chikory BPTU HPT Sembawa, yang menjadi salah satu kawasan pengembangan hijauan alternatif bernilai nutrisi tinggi. Mereka mengamati teknik budidaya, sistem pemeliharaan, serta potensi adaptasi chikory terhadap kondisi iklim tropis.
Brian Rhodes Thorrington menyampaikan kekagumannya terhadap upaya Kementerian Pertanian dalam mendorong inovasi hijauan lokal.
“Saya sangat terkesan melihat bagaimana tim di BPTU HPT Sembawa mampu mengembangkan chikory di iklim tropis. Ini menunjukkan komitmen besar Indonesia dalam menciptakan sistem pakan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain kunjungan lapangan, kedua pakar juga menjadi pembicara dalam seminar ilmiah bertema “Chikory Cultivation and Innovation”, yang diselenggarakan di Aula BPTU HPT Sembawa. Seminar ini diikuti oleh peneliti, praktisi, akademisi, serta perwakilan balai di bawah lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Kepala BPTU HPT Sembawa, Muhammad Imron, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk memperkuat inovasi hijauan pakan nasional.
“Kunjungan ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian untuk memperkuat kemandirian pakan melalui riset dan inovasi hijauan berkualitas. Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan teknologi budidaya chikory yang efisien dan adaptif terhadap kondisi Indonesia,” jelasnya.
Dengan semangat sinergi global untuk pakan berkualitas, Kementerian Pertanian melalui BPTU HPT Sembawa terus berkomitmen mengembangkan inovasi hijauan pakan yang adaptif, produktif, dan ramah lingkungan — demi mendukung kemandirian pangan dan kemajuan