Program Ayam Merah Putih Makin Gencar, Peternak Bandung Rasakan Tambah Untung
Bandung - Program Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian membawa angin segar bagi peternak rakyat. Melalui bantuan ayam petelur dan sarana pendukung, dua kelompok peternak di Kabupaten Bandung —Kelompok Tani Motekar dari Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, dan Kelompok Gertapang, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor—, kini menikmati hasil produksi yang meningkat dan kesejahteraan yang membaik.
Ketua Kelompok Tani Motekar, Anjang Suhendar, menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah melalui bantuan satu paket ayam petelur sebanyak 600 ekor beserta kandang, pakan, dan perlengkapan pendukung lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, atas bantuan yang sangat bermanfaat ini. Alhamdulillah, ayam kami sudah mulai bertelur dan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok,” ujar Anjang saat bertemu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan di Bandung, Sabtu (18/10).
Ia menambahkan, kelompoknya berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha secara mandiri serta mendorong masyarakat di sekitar agar ikut berpartisipasi dalam kegiatan peternakan rakyat. Menurutnya, dukungan seperti ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan inovasi di tingkat desa.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Kelompok Peternak Gertapang, Panji Nugraha, yang juga menerima bantuan serupa.
“Alhamdulillah, ayam kami sekarang sudah berproduksi dengan baik. Bantuan 600 ekor ayam petelur, kandang, pakan, obat-obatan, dan sarana lainnya sangat membantu kami. Produksi telur meningkat, ayam sehat, dan kesejahteraan anggota kelompok pun ikut naik,” kata Panjuli.
Sebelum menerima bantuan, kelompoknya mengaku sempat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pakan akibat harga yang tinggi. Namun setelah adanya bantuan dari Kementan, biaya operasional menjadi lebih ringan, dan produksi telur meningkat signifikan.
“Bantuan pakan dan pendampingan teknis sangat meringankan beban kami. Kini kami bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menambah penghasilan peternak,” tambahnya.
Kedua kelompok berharap agar program Ayam Merah Putih dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain di Indonesia. Menurut mereka, program ini tidak hanya membantu meningkatkan produksi telur nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa Program Ayam Merah Putih merupakan salah satu upaya Kementan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
“Melalui bantuan ayam petelur dan pembinaan teknis yang berkelanjutan, Kementan ingin mendorong tumbuhnya usaha peternakan skala keluarga dan kelompok di pedesaan agar lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing”, ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kementan berkomitmen memperluas jangkauan program ini dan memastikan seluruh bantuan yang disalurkan tepat sasaran, efektif, serta berkelanjutan bagi penerima manfaat di berbagai daerah.
“Kami berharap Program Ayam Merah Putih mampu meningkatkan produksi telur di tingkat lokal, menstabilkan harga, serta memperkuat ekonomi masyarakat desa sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan hewani nasional,” pungkas Agung.