Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Dari Peternakan ke Meja Makan: Patogen Bakteri Resisten Antimikroba dalam Produksi Ternak dan Rantai Makanan

13/04/2026 14:37:50 Indra 816

Dari Peternakan ke Meja Makan: Patogen Bakteri Resisten Antimikroba dalam Produksi Ternak dan Rantai Makanan

Penulis: Ayman Elbehiry dan Eman Marzouk

Resistensi antimikroba (AMR) dalam sistem produksi ternak telah muncul sebagai masalah kesehatan global utama, yang mengancam tidak hanya kesejahteraan hewan dan produktivitas pertanian tetapi juga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Penggunaan antimikroba yang meluas, dan seringkali kurang diatur, untuk peningkatan pertumbuhan, profilaksis, dan metafilaksis telah mempercepat munculnya dan penyebaran bakteri resisten dan gen resistensi. Unsur-unsur ini beredar di seluruh ekosistem hewan, lingkungan, dan manusia yang saling terhubung, didorong oleh unsur genetik bergerak dan diperkuat melalui rantai produksi pangan. 

Diperkirakan bahwa lebih dari dua pertiga antimikroba yang penting secara medis digunakan pada hewan, dan AMR dapat menyebabkan jutaan kematian manusia setiap tahunnya pada pertengahan abad ini jika tidak terkendali. Dalam beberapa sistem ternak, prevalensi E. coli yang resisten terhadap berbagai obat sudah melebihi setengah dari isolat, terutama pada unggas dan babi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs).

Tinjauan naratif ini memberikan gambaran komprehensif tentang epidemiologi molekuler, pendorong ekologis, dan implikasi One Health dari AMR pada hewan penghasil makanan. Kami menyoroti patogen bakteri zoonosis dan bawaan makanan utama—termasuk Escherichia coli, Salmonella enterica, dan Staphylococcus aureus—serta reservoir yang kurang dihargai dalam mikrobiota komensal dan lingkungan peternakan. Platform diagnostik yang mencakup uji fenotipik, PCR, MALDI-TOF MS, pengurutan genom lengkap, dan alat berbasis CRISPR diperiksa untuk peran mereka dalam deteksi, pengawasan, dan karakterisasi gen resistensi AMR. 

Kami juga mengevaluasi praktik pengelolaan antimikroba saat ini, inisiatif pengawasan global dan regional, dan kerangka kebijakan, mengidentifikasi kesenjangan implementasi yang kritis, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sektor-sektor yang muncul seperti akuakultur dan budidaya serangga dipertimbangkan untuk peran potensial mereka sebagai hotspot AMR di masa depan.

Terakhir, kami menguraikan arah masa depan termasuk pengawasan genomik waktu nyata, prediksi resistensi yang dibantu AI, dan platform data One Health terintegrasi sebagai inovasi penting untuk memerangi AMR. Mengurangi ancaman AMR di bidang peternakan akan membutuhkan respons ilmiah, regulasi, dan lintas sektoral yang terkoordinasi untuk memastikan kemanjuran jangka panjang agen antimikroba baik untuk pengobatan manusia maupun hewan.

Kata kunci: resistensi antimikroba (AMR); sistem produksi ternak; patogen zoonosis; One Health; kesehatan masyarakat; pengawasan genomik; pengelolaan antimikroba

Terbit: 4 September 2025

Sumber: https://doi.org/10.3390/vetsci12090862

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH