Perhitungan Biomassa dan Nilai Ternak Per Provinsi di Indonesia: Informasi Kunci untuk Mendukung Pembuatan Kebijakan
Perhitungan Biomassa dan Nilai Ternak Per Provinsi di Indonesia: Informasi Kunci untuk Mendukung Pembuatan Kebijakan
Penulis: Dominic Smith, Nyak Ilham, Riyandini Putri, Ermin Widjaja, Widagdo Sri Nugroho, Tarni Louisa Cooper, Harimurti Nuradji, Ni Luh Putu Indi Dharmayanti, Dianne Mayberry
ABSTRAK
Estimasi yang akurat tentang biomassa dan nilai ternak di Indonesia sangat berguna dalam mendukung keputusan investasi oleh sektor publik dan swasta serta sebagai dasar untuk memperkirakan kerugian akibat penyakit hewan.
Biomassa dan nilai guna langsung parsial untuk spesies ternak utama (sapi, kerbau, domba, kambing, babi, ayam) untuk semua provinsi di Indonesia diperoleh dari data sekunder menggunakan model berbasis spreadsheet yang baru. Dengan menggunakan sapi pedaging sebagai contoh, kami juga mengeksplorasi penggunaan model dinamika kawanan untuk memvalidasi data dasar tentang populasi dan produktivitas yang digunakan untuk menghasilkan nilai biomassa, dan data tersebut ditemukan umumnya kuat.
Total nilai guna langsung parsial ternak diperkirakan hampir USD 54 miliar pada tahun 2021, terdiri dari hampir USD 33 miliar nilai populasi dan hampir USD 21 miliar nilai produksi. Sapi potong menyumbang 44% dari total nilai dan ayam (ayam broiler, ayam petelur, dan ayam kampung) menyumbang 36% dari total tersebut. Analisis data berdasarkan provinsi mengungkapkan pentingnya beberapa jenis ternak di tingkat regional yang relatif kurang penting secara nasional (babi di Nusa Tenggara Timur dan domba di Jawa Barat). Analisis ini juga mengungkapkan pentingnya ternak di provinsi-provinsi termiskin di Indonesia, di mana ternak berfungsi sebagai penyimpan kekayaan dan melayani tujuan sosial-budaya.
Kata kunci: Biomassa; Model dinamika kawanan; Indonesia; Nilai ternak; Pembuatan kebijakan