570 Ekor Indukan Sapi Pedaging Impor Tiba di Lampung
Lampung — Upaya pemerintah dalam memperkuat populasi ternak nasional kembali mendapat hasil nyata. Sebanyak 570 ekor indukan sapi pedaging impor asal Australia tiba di Pelabuhan Panjang, Lampung, Kamis (19/6/2025), sekitar pukul 17.30 WIB. Sapi-sapi tersebut merupakan bagian dari muatan MV. Greyman Express, kapal pengangkut ternak berkapasitas 3.770 ekor yang juga membawa 3.200 sapi bakalan untuk keperluan penggemukan.
Dari total sapi indukan tersebut, sebanyak 570 ekor diimpor oleh PT Juang Jaya Abdi Alam (JJAA) di Lampung Selatan. Perusahaan ini telah menjalin komitmen dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), dalam pengembangan sapi perah dan sapi indukan pedaging di Provinsi Lampung.
“Ini adalah bagian dari komitmen PT JJAA dalam memperkuat populasi ternak indukan di dalam negeri. Sebelumnya mereka juga telah mendatangkan 50 ekor sapi perah dan berencana menambah impor sapi perah beberapa bulan mendatang,” ujar Suryantana, Kepala Balai Veteriner Lampung.
Kedatangan ternak ini merupakan pengapalan gabungan (join shipment) dari beberapa perusahaan feedlot (penggemukan sapi) di Lampung. Feedloter dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama dalam memastikan ketersediaan daging sapi.
Direktur Kesehatan Hewan, Imron Suandy, menyampaikan bahwa setiap pemasukan ternak dari luar negeri wajib memenuhi prosedur kesehatan hewan yang ketat.
“Seluruh ternak yang masuk telah melalui pemeriksaan dan pengawasan berlapis, mulai dari negara asal hingga saat pembongkaran di pelabuhan. Kami pastikan sapi-sapi ini bebas dari penyakit strategis dan layak untuk didistribusikan,” ujar Imron saat dikonfirmasi di kantor Kementan, Jumat (20/6/2025).
Imron juga menegaskan bahwa kolaborasi antara Balai Veteriner, Karantina, dan pelaku usaha sangat penting untuk menjaga status kesehatan hewan di Indonesia tetap aman dan terkendali.
Kementan berharap peningkatan populasi ternak melalui investasi sapi indukan ini dapat mendukung target nasional dalam peningkatan produksi daging sapi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor daging sapi dalam jangka panjang.