Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Bersama Kementan, Pemprov Jatim Genjot Vaksinasi PMK untuk Lindungi Lumbung Ternak

30/01/2026 08:00:00 Indra 264

Bersama Kementan, Pemprov Jatim Genjot Vaksinasi PMK untuk Lindungi Lumbung Ternak

Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat langkah pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah vaksinasi massal ternak secara serentak di seluruh kabupaten dan kota, sebagai upaya melindungi populasi ternak sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi peternak.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, percepatan vaksinasi menjadi krusial mengingat posisi Jawa Timur sebagai salah satu sentra peternakan nasional. Menurutnya, perlindungan terhadap ternak harus dilakukan sejak dini agar dampak PMK tidak meluas.

“Percepatan vaksinasi ini penting karena Jawa Timur merupakan lumbung ternak nasional. Dengan vaksinasi serentak, kita dorong terbentuknya herd immunity agar populasi ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Untuk tahap pertama, kita bagikan 453 ribu dosis,” ujar Khofifah, Rabu (28/1/2026).

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jatim menetapkan pelaksanaan Gerakan Vaksinasi PMK Serentak pada 29 Januari 2026. Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan vaksinasi pada ternak masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.

Tahap awal vaksinasi ditandai dengan distribusi 453 ribu dosis vaksin PMK ke 38 kabupaten/kota. Penyaluran vaksin ini menjadi bagian dari program vaksinasi berkelanjutan yang dijadwalkan berlangsung hingga September 2026, dengan target perlindungan populasi ternak secara menyeluruh.

Di sisi lain, dukungan pemerintah pusat turut menguatkan langkah Pemprov Jatim. Alokasi vaksin PMK untuk Jawa Timur pada 2026 mencapai 1.510.000 dosis yang akan disalurkan dalam dua hingga tiga tahap, dengan pengadaan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian.

Kepala Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma, Edy Budi Susila, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengendalian PMK di daerah strategis.

“BBVF Pusvetma berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin PMK yang aman, bermutu, dan tepat waktu. Jawa Timur memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kesehatan ternak dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Selain vaksinasi, pengendalian PMK juga diperkuat melalui pengawasan lalu lintas ternak, penerapan biosekuriti kandang, serta edukasi kepada peternak. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan kesehatan ternak, menjaga produktivitas peternakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH