Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Denmark Apresiasi Langkah Indonesia Perkuat Biosekuriti Peternakan

24/10/2025 16:06:00 Indra 327

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan pentingnya penguatan biosekuriti di tingkat peternakan rakyat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan mencegah penyebaran penyakit hewan lintas batas.

Dalam seminar bertajuk “Biosecurity in Smallholder Farms to Ensure Sustainability, National Food Sovereignty, and Regional Trade Viability in Indonesia” di Jakarta, Rabu (22/10), Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, menekankan bahwa peternakan rakyat berperan vital dalam penyediaan protein hewani dan penggerak ekonomi daerah.

“Peternakan kecil sering menjadi titik rawan penyebaran penyakit infeksius (red: menular). Melalui forum ini kami ingin merumuskan langkah konkret agar biosekuriti bisa diterapkan secara efektif hingga ke skala kecil,” ujar Ketut.

Ia mengingatkan, wabah seperti African Swine Fever (2019), Lumpy Skin Disease, dan Penyakit Mulut dan Kuku (2022) menjadi pelajaran penting untuk memperkuat sistem pencegahan di semua lini.

“Biosekuriti bukan sekadar mencegah penyakit, tetapi juga menjamin keamanan pangan dan keberlanjutan ekonomi peternak,” ujarnya menegaskan.

Minister Counsellor for Food and Agriculture Kedutaan Besar Denmark, Hans Ebbensgard Murillo, mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam memperkuat sistem biosekuriti dan ketahanan pangan.

“Keterbukaan Indonesia dalam menangani wabah penyakit ternak patut dicontoh. Dengan dukungan dan kolaborasi yang tepat, peternak kecil dapat menjadi garda depan ketahanan pangan dunia,” katanya.

Sementara itu, akademisi IPB University, Chaerul Basri menyoroti dampak ekonomi penyakit ternak terhadap peternak kecil.

“Biaya perawatan hewan sakit bisa meningkat hingga tujuh kali lipat dibanding hewan sehat. Karena itu, strategi pengendalian harus mempertimbangkan kepadatan ternak di setiap wilayah agar efektif,” ujarnya.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH