Hilirisasi Peternakan Indonesia Makin Berkembang, Kementan Pastikan Produk Peternakan Berdaya Saing Tinggi
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung hilirisasi produk peternakan menuju daya saing yang lebih tinggi, kesejahteraan peternak, dan penguatan ketahanan pangan nasional. Tujuannya agar produk peternakan, seperti daging, telur, dan susu, memiliki nilai tambah melalui pengolahan dan dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Pernyataan itu dikemukakan Ketua Kelompok Fungsi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Peternakan, Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementan, Maria Nunik Sumartini yang biasa disapa Nunik, saat menjadi panelis Tani on Stage di Pameran Agrinex Expo yang berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jumat (7/11/2025).
Nunik, mengungkapkan kebijakan Kementan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, termasuk peternakan, secara konsisten menekankan perbaikan dan penerapan mutu dalam penanganan pascapanen dan pengolahan produk pertanian. Strategi ini merupakan bagian integral dari upaya hilirisasi dan diversifikasi produk pertanian.
"Kebijakan hilirisasi Kementan bertujuan untuk mengolah hasil pertanian mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi, guna meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional," tuturnya.
Kementan mendorong agar produk pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah yang siap dipasarkan, baik di pasar domestik maupun ekspor. Sehingga meningkatkan pendapatan petani dan peternak.
Sementara itu, Indarto Dirut PT. Sinergi Pangan Mandiri yang juga menjadi panelis di cara yang sama mengemukakan, perusahaanya adalah perintis di usaha tepung telur. Tentunya bukan hal mudah, namun dengan bantuan dari Kementan, usahanya kini diterima pasar dengan baik.
Indarto mengemukakan Indonesia masih sangat tergantung dengan impor tepung telur utamanya dari India. Data tahun 2024, Indonesia impor tepung telur sebanyak 2500 ton pertahun. Dan perusahannya bisa mengambil sedikit dari kebutuhan nasional sudah sangat luar biasa.
"Kini pabrik kami sudah diterima pabrik mayones, makanan frozen food, dan pabrik mie,"ujarnya.
Indarto berharap lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang mau berkecimpung memproduksi tepung telur sehingga Indonesia tidak lagi tergantung dengan impor dari luar.