Kementan Ajak Gen Z Kembangkan Indigofera untuk Wujudkan Peternakan Modern Tanpa Ngarit
Lampung Utara – Upaya membangun peternakan modern yang efisien dan berkelanjutan terus didorong oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah pengembangan pakan berbasis tanaman Indigofera sebagai solusi kemandirian pakan nasional.
Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Tri Melasari, mengajak generasi muda, khususnya Gen Z yang tertarik mengembangkan usaha sapi perah maupun sapi pedaging, untuk mulai beralih ke sistem peternakan modern berbasis teknologi pakan. Menurutnya, budidaya Indigofera dapat menjadi jawaban atas tantangan peternakan konvensional yang selama ini identik dengan aktivitas “ngarit” atau mencari rumput setiap hari.
Ajakan tersebut disampaikan Tri Melasari saat memimpin kegiatan pembinaan dan pengawasan mutu pakan berbasis Indigofera di PT Indigo Bumi Lestari, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (8/5/2026).
Di tengah kebutuhan pakan yang terus meningkat, Indigofera dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber hijauan bernutrisi tinggi. Tanaman ini tidak hanya mampu mendukung produktivitas ternak ruminansia, tetapi juga menjadi alternatif bahan baku pakan pengganti impor seperti bungkil kedelai.
“Kami ingin mendorong peternakan modern yang lebih praktis, efisien, dan diminati generasi muda. Dengan pakan berbasis Indigofera, peternak tidak perlu lagi mencari rumput setiap hari karena pakan sudah tersedia dalam bentuk complete feed dengan kandungan nutrisi yang lengkap,” ujar Tri Melasari.
Menurutnya, pengembangan Indigofera juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pakan nasional sekaligus mendukung hilirisasi peternakan di Provinsi Lampung melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Selain menekan biaya produksi, Indigofera juga memiliki kandungan nutrisi dan pigmen alami yang dinilai mampu meningkatkan kualitas hasil ternak. Salah satunya terlihat dari peningkatan kualitas warna kuning telur hingga nilai gizi produk peternakan yang lebih baik.
Di sisi lain, Manajemen PT Indigo Bumi Lestari, Yulius Budiono, mengapresiasi dukungan Kementan dalam pengembangan pakan berbasis Indigofera yang dinilai dapat memperkuat program swasembada daging sekaligus mempercepat terciptanya kemandirian pakan nasional.
Menurut Yulius, perusahaan terus melakukan inovasi untuk menghadirkan pakan hijauan berkualitas tinggi berbahan dasar Indigofera dalam bentuk complete feed. Dengan sistem tersebut, peternak tidak lagi direpotkan dengan aktivitas mencari dan memotong rumput secara manual karena seluruh kebutuhan nutrisi ternak telah tersedia secara lengkap dan seimbang.
“Pakan ini juga lebih hemat dalam penggunaannya karena kebutuhan pemberiannya hanya sekitar tiga persen dari bobot badan ternak. Sebagai contoh, sapi dengan bobot 300–400 kilogram hanya membutuhkan sekitar 9–12 kilogram pakan per ekor per hari, jauh lebih efisien dibandingkan pola konvensional yang dapat mencapai 20–30 kilogram per hari,” jelasnya.
Tidak berhenti pada ternak ruminansia, PT Indigo Bumi Lestari juga berencana mengembangkan inovasi pakan Indigofera untuk sektor unggas agar manfaatnya semakin luas bagi industri peternakan nasional.
Melalui pengembangan pakan modern berbasis Indigofera, pemerintah berharap sektor peternakan Indonesia semakin efisien, berdaya saing, dan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk terjun ke dunia peternakan modern yang mengandalkan teknologi dan inovasi. (*)