Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Ajak Pengusaha Muda Perkuat Subsektor Peternakan

26/02/2026 09:13:00 Indra 27

Jakarta —Kementerian Pertanian mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk berperan aktif memperkuat investasi dan ekosistem peternakan nasional, terutama pada komoditas peternakan. Seruan tersebut disampaikan dalam audiensi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian pada Rabu (25/2/2026).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa subsektor peternakan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang investasi yang luas bagi subsektor swasta. Pemerintah, kata dia, membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat pemerataan produksi dan memperkuat rantai pasok pangan asal ternak.

“Kami menyambut baik kehadiran HIPMI untuk berdiskusi dan menjajaki peluang kerja sama di subsektor peternakan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran pengusaha muda sangat penting untuk memperkuat produksi, distribusi, dan membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan,” kata Agung.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada bahkan surplus untuk komoditas daging ayam dan telur. Namun, pemerataan produksi dan penguatan distribusi masih menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha.

“Secara nasional kita sudah swasembada, bahkan surplus untuk daging ayam dan telur. Tantangannya adalah pemerataan produksi dan distribusi. Ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk berinvestasi dan memperkuat produksi di wilayah yang masih membutuhkan,” kata Agung.

Ia menambahkan, pemerintah tengah mendorong pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi di berbagai daerah guna meningkatkan produksi, memperkuat rantai pasok, dan membuka lapangan kerja baru.

Sementara itu, Ketua Satgas Pangan Badan Pengurus Pusat HIPMI, M. Hadi Nainggolan, menyatakan kesiapan pengusaha muda untuk terlibat dalam program strategis subsektor peternakan, mulai dari budidaya, penyediaan pakan, hingga pengolahan dan distribusi produk.

“Kami di HIPMI siap membantu mengawal program strategis nasional di sektor pangan, khususnya peternakan. Kami ingin mengetahui ruang kolaborasi yang bisa diambil pengusaha muda, baik dalam pengembangan ayam petelur, sapi, industri pakan, maupun fasilitas pemotongan,” ujar Hadi.

Ia menambahkan, HIPMI memiliki jaringan pengusaha muda di berbagai provinsi yang siap terlibat dalam pengembangan subsektor peternakan. “Kami berharap diskusi ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret. HIPMI siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat peternakan nasional dan memastikan program-program strategis dapat berjalan hingga ke daerah,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha muda, Kementerian Pertanian berharap subsektor peternakan nasional tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga tumbuh sebagai motor ekonomi baru di daerah. Keterlibatan pengusaha di berbagai mata rantai usaha diharapkan dapat mempercepat pemerataan pasokan, memperkuat daya saing dalam negeri, serta memastikan kebutuhan protein hewani masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH