Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Bersama DMFI Perkuat Pengendalian Rabies Secara Humanis

22/01/2026 14:00:00 Pradi 32
Jakarta — Pemerintah memperkuat pengendalian rabies dengan pendekatan humanis untuk melindungi peternak dan masyarakat di sekitar sentra produksi ternak. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sinergi antara Kementerian Pertanian dan Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI).
Pertemuan antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan DMFI berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (20/1/2026). Menurut Direktur Kesehatan Hewan Kementan Hendra Wibawa, pengendalian rabies yang terencana berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan usaha peternak. Lingkungan yang aman dari rabies menurunkan risiko gangguan aktivitas beternak dan melindungi kesehatan keluarga peternak.
Hendra juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan kesejahteraan hewan. “Pengelolaan populasi anjing tidak hanya soal pengendalian penyakit, tetapi juga soal bagaimana kita memperlakukan hewan secara layak, humanis, dan berkelanjutan. Sinergi dengan organisasi seperti DMFI membantu pemerintah menjangkau masyarakat lebih luas dalam kampanye edukasi dan vaksinasi,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut dibahas Manajemen Populasi Anjing (MPA) sebagai strategi pencegahan rabies. MPA mencakup komunikasi dan edukasi, identifikasi dan pendaftaran, pengaturan reproduksi, adopsi, vaksinasi, hingga pengendalian populasi secara berkelanjutan. Kementerian Pertanian menyebut strategi ini sejalan dengan Permentan 32/2025 serta Master Plan Pengendalian Rabies di Indonesia.
Bagi peternak, penerapan MPA di tingkat desa diharapkan dapat menekan risiko rabies tanpa menimbulkan konflik sosial. Pengendalian yang terstruktur dinilai menciptakan lingkungan usaha ternak yang lebih aman dan kondusif.
DMFI National Coalition Director, Karin Franken menyatakan kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci pengelolaan populasi anjing secara etis dan efektif.
"Kami berharap sinergi ini tidak hanya menurunkan risiko rabies, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan hewan,” ujar Karin.
Hendra Wibawa menegaskan pengendalian rabies memerlukan dukungan lintas sektor. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dapat bekerja sama secara sinergis untuk mencegah rabies, meningkatkan kesejahteraan hewan, dan menjaga kesehatan masyarakat. Ini bukan hanya program kesehatan, tapi juga program kemanusiaan,” tegasnya.
Kementerian Pertanian menilai sinergi dengan DMFI sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian rabies yang melindungi peternak, menjaga kesehatan hewan, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.
Kategori
WA Layanan Ditjen PKH