Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Dorong Ekosistem Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Papua Selatan

11/02/2026 15:08:00 Indra 68

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi di Papua Selatan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pangan strategis nasional berbasis protein hewani. Program ini mencakup komoditas sapi, ayam pedaging, ayam petelur, dan telur.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa pengembangan dapat dilakukan melalui pendekatan klaster yang disederhanakan secara bertahap hingga ditetapkan satu klaster prioritas, dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah dan ketersediaan anggaran. Papua Selatan masuk dalam fokus pengembangan dengan pendekatan khusus agar tetap berjalan meski dukungan anggaran nasional masih terbatas.

Ia katakan, pembangunan ekosistem tetap bisa dimulai melalui kemitraan. “Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan langkah, karena infrastruktur dasar seperti pabrik pakan dan pembibitan bisa dibangun lebih dulu dan dikembangkan bersama mitra,” ujarnya saat audiensi dengan Gubernur Papua Selatan, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut Agung, Pengembangan industri ayam bertumpu pada dua faktor utama yaitu pakan dan bibit. “Kalau pakan dan bibit tersedia secara lokal, biaya produksi turun dan harga di tingkat masyarakat bisa lebih terkendali,” katanya.

Selain itu, pembangunan kandang modern, baik open side maupun semi-mekanis, juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem.

“Mekanisasi sederhana seperti sistem pemberian pakan otomatis dan pengelolaan limbah dapat meningkatkan efisiensi tanpa biaya investasi yang terlalu tinggi, sebagaimana telah dilakukan di beberapa daerah lain,” tambahnya

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung pengembangan peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Pemerintah Provinsi Papua Selatan siap bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk membangun peternakan sapi dan ayam secara menyeluruh, termasuk pakan, pembibitan, dan sarana pendukung,” ungkapnya.

Apolo menambahkan bahwa langkah awal akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas teknis agar program segera berjalan. “Kami ingin produksi peternakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal dan mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Pengembangan ekosistem peternakan ini diharapkan mampu menekan disparitas harga pangan, memperkuat kemandirian daerah, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Papua Selatan. Pemerintah menargetkan ekosistem berjalan secara bertahap, berkelanjutan, dan berbasis kemitraan agar hasilnya nyata dan dapat dirasakan publik.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH