Kementan Dorong Percepatan Penyelesaian Proyek Sarana Prasarana SBSN 2025
Bukittinggi – Satker Balai Veteriner Bukittinggi, Kementerian Pertanian melaporkan perkembangan signifikan dalam pelaksanaan proyek Sarana dan Prasarana yang dibiayai melalui SBSN Tahun Anggaran 2025. Rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar secara daring (Zoom) Rabu (22/10/2025), menegaskan komitmen percepatan pekerjaan sekaligus penanganan kendala teknis di lapangan.
Hingga minggu ke-4 Oktober 2025, pengadaan alat laboratorium dan kelengkapannya telah terealisasi sebesar 79 item (509 unit) dari total 81 item (511 unit). Terdapat dua unit yang belum datang, yaitu genset dan freeze dryer, yang saat ini masih dalam proses pengiriman/penyelesaian administrasi.
Salah satu kendala utama yang ditemukan adalah kondisi lahan laboratorium yang berbatu sehingga memperlambat pekerjaan pondasi dari perkiraan awal. Sebagai tindak lanjut, pihak kontraktor dan pengawas proyek sepakat meningkatkan pengawasan dan produktivitas tenaga kerja di lapangan dengan membagi tenaga kerja ke dalam grup masing-masing beranggotakan 10 pekerja dan diawasi satu pengawas agar pekerjaan lebih terukur dan sesuai target.
Proses perizinan bangunan masih dalam tahap perencanaan dan telah disampaikan kepada dinas terkait. Saat ini sedang menunggu konfirmasi pemenuhan persyaratan. Apabila persyaratan dinyatakan memenuhi, proses penerbitan izin bangunan akan dilanjutkan. Selain itu, direncanakan pelaksanaan 30 emisi (pengukuran emisi) pada minggu depan hari Selasa bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Semarang untuk memastikan kepatuhan lingkungan proyek.
Fokus pekerjaan saat ini adalah pada gedung utama, gedung pelayanan, dan gedung laboratorium.
Penjadwalan ulang program dilaksanakan setelah ditemukannya kondisi lapangan yang berbeda dari asumsi awal (tanah berbatu besar). Penyesuaian jadwal dibuat agar lebih rasional dan sesuai dengan kondisi faktual serta realisasi lapangan.
Satker Balai Veteriner Bukittinggi, Kementerian Pertanian, berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai standar teknis dan waktu yang realistis, sambil terus memastikan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan lingkungan. Koordinasi intensif dengan instansi terkait dan pengawasan lapangan akan terus dilakukan untuk mendukung percepatan penyelesaian proyek.