Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Dukung Penguatan Konsumsi Protein Hewani dan Keberlanjutan Usaha Peternak

11/07/2026 13:55:00 Pradi 29

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan kesiapan sektor perunggasan nasional untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah sesuai kewenangan yang ditetapkan. Dari sisi produksi, kapasitas nasional dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah tanpa mengganggu pasokan reguler.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, yang terus mendorong peningkatan produksi pangan, penguatan ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani dan peternak, Kementan terus memastikan kapasitas produksi unggas nasional tetap terjaga sebagai fondasi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan berdasarkan prognosa tahun 2026, produksi daging ayam ras dan telur ayam ras nasional masih berada pada tingkat yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Produksi daging ayam ras dan telur ayam ras nasional berada dalam kondisi yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Kapasitas produksi yang ada juga memberikan ruang untuk mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi, sesuai dengan kebijakan yang nantinya ditetapkan pemerintah," ujar Agung di sela-sela mendampingi Kunjungan Kerja Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, di Denpasar, Bali, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan prognosa tahun 2026, produksi daging ayam ras nasional diperkirakan mencapai sekitar 4,90 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 4,02 juta ton, sehingga terdapat potensi kapasitas sekitar 876 ribu ton di atas kebutuhan nasional. Sementara itu, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai sekitar 6,99 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 6,47 juta ton, atau terdapat potensi kapasitas sekitar 517 ribu ton.

Menurut Agung, proyeksi tersebut menunjukkan kemampuan produksi nasional yang kuat untuk menjaga ketersediaan pangan asal unggas sekaligus memberikan fleksibilitas dalam mendukung berbagai kebutuhan pemerintah sesuai kebijakan yang ditetapkan. Pada saat yang sama, pengelolaan produksi tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan, permintaan, dan keberlanjutan usaha peternak.

"Kementan pada prinsipnya siap mendukung setiap kebijakan pemerintah yang dapat meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat. Dari sisi produksi, sektor perunggasan memiliki kapasitas yang memadai," katanya.

Menurut Agung, setiap kebijakan yang mendorong pemanfaatan produksi dalam negeri tentu akan memberikan dampak positif apabila dilaksanakan dengan tata kelola yang baik. Selain memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi, kebijakan tersebut juga dapat membantu menciptakan pasar yang lebih kuat bagi hasil produksi peternak sehingga usaha mereka menjadi lebih berkelanjutan.

"Yang kami bangun bukan hanya peningkatan produksi, tetapi ekosistem peternakan yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan. Dengan fondasi tersebut, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, daya saing subsektor perunggasan semakin kuat, dan kesejahteraan peternak terus meningkat. Inilah langkah yang kami tempuh untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH