Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Latih Mahasiswa Biomedis UMM Metro, Bidik Peningkatan Kemampuan PCR

10/01/2026 08:10:00 Pradi 94
Lampung — Menguasai teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) kini menjadi salah satu kunci penting bagi para calon peneliti dan tenaga laboratorium profesional. Dengan kemampuan ini, mereka dapat melakukan deteksi dan analisis DNA secara cepat, akurat, dan relevan bagi penelitian maupun pelayanan kesehatan hewan dan manusia.
Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran, Program Studi Sains Biomedis Universitas Muhammadiyah Metro, merasakan langsung manfaat tersebut melalui program praktikum yang berlangsung pada 7–8 Januari 2026 di Laboratorium Bioteknologi Balai Veteriner Lampung. Praktikum ini fokus pada penerapan PCR, baik secara konvensional maupun real-time, sebagai metode utama dalam biologi molekuler dan diagnostik biomedis.
Ketua Program Studi Sains Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro, Miftahus Zakiah, menyampaikan bahwa kegiatan praktikum ini memberikan nilai tambah yang sangat penting bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung menggunakan peralatan dan metode molekuler yang digunakan di laboratorium rujukan.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan Balai milik Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut membuka wawasan mahasiswa terhadap standar kerja laboratorium profesional. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Balai Veteriner Lampung yang telah memfasilitasi pembelajaran berbasis praktik. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang biomedis,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Selain praktik amplifikasi DNA, mahasiswa juga dilatih melakukan pemeriksaan kuantitas DNA menggunakan Qubit Fluorometer. Tahap ini mengajarkan mahasiswa cara menghitung konsentrasi DNA sebelum proses amplifikasi dilakukan, sehingga hasil PCR yang diperoleh menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Lebih dari sekadar penguasaan teknik, kegiatan ini menekankan pentingnya kontrol kualitas sampel sebagai fondasi analisis molekuler yang andal.
Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menegaskan bahwa laboratorium Balai Veteriner Lampung tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan dan pengujian, tetapi juga sebagai wahana pendidikan dan transfer pengetahuan. “Melalui praktikum ini, mahasiswa dapat langsung menerapkan teknologi molekuler yang relevan dengan riset dan pelayanan kesehatan hewan maupun biomedis,” ungkapnya.
Dengan pengalaman langsung ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan penelitian dan pelayanan kesehatan berbasis teknologi molekuler, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan laboratorium rujukan di bawah dukungan Kementerian Pertanian.
Kategori
WA Layanan Ditjen PKH