Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Pacu Hilirisasi Ayam di Lampung, Fokus pada Data dan Infrastruktur

29/04/2026 15:17:00 Pradi 120
 
Lampung – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mendorong percepatan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Provinsi Lampung. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan untuk memperkuat rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir, Jumat (25/4/2026).
Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah memfokuskan langkah pada penguatan basis data potensi daerah, seperti jumlah peternak ayam, kandang kosong, SPPG, pabrik pakan, dan industri pengolahan hasil peternakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pentingnya data sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan program tersebut.
Ia menjelaskan, pendataan tersebut menjadi krusial untuk memetakan kondisi riil di lapangan sekaligus memperkuat produksi dalam negeri guna mencapai target swasembada telur dan daging ayam. Hingga April 2026, jumlah SPPG yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 461 unit dari total 1.122 unit atau sekitar 41 persen, sehingga percepatan pendataan di tingkat kabupaten/kota masih diperlukan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Marwati, menyoroti pentingnya sinergi dengan SPPG dalam menghitung kebutuhan pangan daerah. “Pendataan kebutuhan dapur SPPG harus dilakukan secara detail dan terus diperbarui, karena ini akan menjadi potret kebutuhan riil Provinsi Lampung ke depan,” jelas Lili, mengingatkan pentingnya akurasi data dalam mendukung program MBG.
Dari perspektif industri, perwakilan PT Berdikari, Adang Kurnia, menyampaikan bahwa penguatan hilirisasi saat ini diarahkan pada pembangunan fasilitas pemotongan unggas sebagai bagian dari rantai produksi. “Langkah selanjutnya dalam pengembangan HAT di Lampung adalah penyiapan lahan untuk pembangunan fasilitas RPHU, dimana terdapat dua lokasi potensial yang telah ditinjau, yaitu di wilayah Trikora lokasi PTPN I Regional 7 Lampung Selatan seluas 3,7 Ha, serta lahan milik PT Berdikari di kawasan Teluk Betung Selatan, Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung seluas 1,1 Ha . Saat ini tinggal menunggu proses perizinan dan penyesuaian dengan RTRW, sehingga ke depan diharapkan dapat segera berprogres,” ujar Adang, menjelaskan kesiapan sektor industri dalam mendukung program tersebut.
Ia menambahkan, selain pembangunan RPHU, peluang pengembangan sektor lain seperti pembibitan ayam pedaging (PS Broiler) dan ayam petelur (PS Layer) juga terbuka luas. Dengan langkah tersebut, ekosistem perunggasan di Lampung diharapkan semakin kuat dan mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk.
Ke depan, Lampung diproyeksikan menjadi salah satu daerah strategis dalam menopang kebutuhan pangan nasional, sekaligus mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis. (*)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kategori
WA Layanan Ditjen PKH