Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Pastikan Harga Normal dan Pasokan Lancar di Pasar Tramo Maros

22/02/2026 08:10:00 Indra 19

Maros - Di Pasar Tramo, Maros, Sulawesi Selatan, suasana relatif lebih tenang meski telah memasuki bulan Ramadan. Sejumlah lapak daging sapi, ayam, dan telur tampak beroperasi normal, dengan ketersediaan barang yang menurut pedagang mencukupi. Data lapangan menunjukkan ketiga komoditas tidak mengalami gejolak harga.

Di salah satu lapak daging sapi, harga saat ini stabil di angka Rp120.000 per kilogram. Pemilik lapak mengungkapkan bahwa harga tersebut tidak berubah sejak minggu lalu, sekaligus mengatakan stok harian sudah memadai. Pasokan datang dari peternak lokal, masuk setiap hari, dengan rata-rata persediaan sekitar 25 kilogram per hari. Tidak ada kendala distribusi yang berarti, sehingga kebutuhan konsumen masih bisa terpenuhi.

“Stok mencukupi, pasokan lokal masuk tiap hari. Hingga saat ini harga normal,” kata pedagang daging sapi, menjelaskan kondisi harian di pasar pada Jumat (19/2/2026).

Selain itu, ia menyebut tren permintaan menjelang Ramadan masih normal, belum ada lonjakan pembelian yang terlihat signifikan.

Meski demikian, pedagang tersebut memperkirakan akan ada kenaikan sekitar 10 persen menjelang Lebaran, biasanya terjadi 2–3 hari sebelum hari besar. Jika naik, harga daging sapi bisa bergerak menuju Rp130.000 per kilogram dari angka normal Rp120.000. Hal itu masih sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan saat lebaran pun pasokan dari distributor masih aman, dan di pasar ini terdapat 14 lapak daging sapi yang seluruhnya aktif menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Untuk komoditas telur, salah satu lapak memberi gambaran harga saat ini, umumnya Rp55.000 hingga Rp58.000 per rak, atau sekitar Rp30.000–32.000 per kilogram. Pedagang mengonfirmasi harga tersebut stabil dari minggu lalu.

Saat ini mereka menyiapkan stok sekitar 100 rak setiap harinya.

Permintaan telur mulai menunjukkan kenaikan sekitar 10 persen menjelang Ramadan. Pedagang mengakui bahwa saat awal puasa, telur cepat habis, tetapi stok masih dianggap aman karena pasokan terus masuk tiap hari.

“Awal puasa cepat habis. Terutama pada sore hari. Pasokan aman saat Ramadhan dan menjelang Lebaran,” ujar salah satu pedagang telur ayam.

Di sisi lain, penjual daging ayam, Muh. Said, melaporkan bahwa harga ayam stabil di angka Rp65.000 per ekor dengan berat rata-rata 2 kilogram, sehingga per kilogram sekitar Rp32. 000–33.000. Ia menyebut harga tersebut tidak naik atau turun dibandingkan minggu lalu. Stok ayam di lapaknya aman, dipasok oleh perusahaan, masuk setiap hari, dan tidak ada kendala distribusi. Jumlah stok sekitar 15 ekor per lapak.

Tren permintaan ayam menurut Muh. Said tetap normal, meski konsumen terkadang membeli lebih banyak. Kenaikan harga yang diprediksi menjelang Lebaran sekitar 10 persen, dari Rp 65.000 menjadi sekitar Rp 75.000 per ekor, dengan rata- rata berat ayam per ekornya 2 kg, maka harga per kilonya Rp32.000-37.000, biasanya terjadi 2–3 hari sebelum Lebaran. Harga tersebut masih di bawah harga maksimal yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000.

Meski ada kenaikan permintaan, pasokan dari distributor tetap aman, dan empat lapak daging ayam di pasar ini juga aktif berjualan menjelang Ramadhan dan Idulfitri.

Di kesempatan berbeda, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya koordinasi dengan aparat penegak hukum langsung dilakukan begitu mendapatkan laporan kenaikan harga. Ia menyebut melibatkan jajaran kepolisian dari tingkat Mabes hingga Kapolres setempat dalam penindakan. “Kami langsung koordinasi, kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Ini langsung turun dari Polri, ada dari Mabes, kemudian Kapolres, kita turunkan langsung, dan kami minta ditindak,” tegasnya.

Secara umum, pedagang daging sapi, ayam, dan telur di Pasar Tramo Maros memberikan sinyal yang sama, stok cukup, harga masih dalam batas wajar, dan pasokan terjaga. Prediksi kenaikan harga ada, tetapi relatif kecil dan biasanya terjadi sangat dekat dengan Lebaran. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu cemas berlebihan mengenai ketersediaan pangan utama selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

 

Kategori
WA Layanan Ditjen PKH