Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Kementan Pastikan Kurban Aman, Wamentan Sudaryono Sebut Iduladha Juga Hari Rayanya Peternak

27/05/2026 14:03:00 Pradi 69
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah berjalan aman dan kondusif sekaligus mendorong perputaran ekonomi peternak rakyat di berbagai daerah. Pemerintah menyebut ketersediaan hewan kurban nasional tahun ini dalam kondisi surplus sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan hewan kurban.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan Iduladha menjadi momentum penting bagi subsektor peternakan nasional karena meningkatnya aktivitas kurban turut menggerakkan ekonomi peternak rakyat.
“Iduladha ini kan bukan hanya hari rayanya umat Islam, tapi juga hari raya khususnya adalah para peternak kita di seluruh Indonesia,” ujar Wamentan Sudaryono di Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Menurut Wamentan Sudaryono, tingginya jumlah hewan kurban tahun ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk berkurban tetap tinggi sekaligus mencerminkan kondisi ekonomi nasional yang terus bergerak baik.
“Ini menandakan bahwa memang satu kesadaran masyarakat khususnya umat Islam untuk melaksanakan kurban tinggi. Yang kedua juga bisa dikatakan bahwa kondisi ekonomi kita juga dalam keadaan baik,” kata Wamentan Sudaryono.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan pemerintah terus memastikan ketersediaan, distribusi, dan kesehatan hewan kurban agar masyarakat memperoleh daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal.
“Kita ingin menjaga Iduladha berjalan dengan lancar dan aman karena ini merupakan ‘hari raya bagi peternak’. Momentum ini harus memberi manfaat ekonomi bagi peternak rakyat sekaligus memastikan masyarakat memperoleh daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Agung.
Berdasarkan hasil identifikasi Kementerian Pertanian, total ketersediaan hewan kurban nasional tahun 2026 diperkirakan mencapai 3.246.790 ekor, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 2.355.470 ekor atau meningkat 3,82 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 891.320 ekor.
“Ibadah kurban bagi umat Islam di Indonesia adalah bentuk ibadah yang dilindungi negara. Karena itu pemerintah hadir memastikan ketersediaan dan pemerataan distribusi hewan kurban, penjaminan kesehatan hewan, kesejahteraan hewan, hingga pengawasan pemotongan hewan kurban yang higienis agar daging yang diterima masyarakat tetap aman, sehat, utuh, dan halal,” tambah Agung.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, pemerintah menerjunkan 8.633 petugas pemantau hewan kurban yang terdiri atas tenaga medik dan paramedik veteriner pusat dan daerah, organisasi profesi, serta civitas akademika Fakultas Kedokteran Hewan dari 14 universitas. Pengawasan diperkuat untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, dan penyakit hewan menular lainnya menjelang Iduladha.
Selain kebutuhan hewan kurban nasional, pemerintah juga mencatat peningkatan pelaksanaan dam haji di dalam negeri. Pada tahun ini, sebanyak 32.691 ekor kambing disiapkan untuk kebutuhan dam haji sehingga dinilai turut memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi peternak rakyat di berbagai daerah.
Pemerintah turut menyalurkan bantuan kemasyarakatan kurban Presiden ke berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini jumlah sapi bantuan Presiden mencapai 1.098 ekor, termasuk untuk 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara, serta organisasi kemasyarakatan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman Kementerian Pertanian yang juga menjabat sebagai Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, mengatakan tingginya jumlah hewan kurban tahun ini tersebut mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di lingkungan Kementerian Pertanian.
“Tahun ini Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian menerima titipan hewan kurban sebanyak 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing/domba dari Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian/Ketua DPN HKTI, Kepala Badan Karantina Indonesia/Sekjen HKTI, pejabat dan pegawai kementan, BUMN, mitra kerja pembangunan, dan berbagai pihak yang mempercayakan penyaluran kurbannya melalui Kementerian Pertanian,” ujar Makmun.
Pemerintah berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini tidak hanya memberi rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi peternak rakyat dan ketahanan pangan nasional. (*)
Kategori
WA Layanan Ditjen PKH