Kementan Pastikan Sapi Banmas Presiden di Sumatera Sehat dan Layak Kurban
Padang - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban, termasuk memastikan sapi bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden yang disalurkan kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban. Pengawasan dilakukan untuk menjamin pelaksanaan Iduladha berjalan aman serta menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Kepala Balai Veteriner (BV) Bukittinggi, Tangguh Pitona, mengatakan pengawasan dilakukan melalui koordinasi rutin bersama dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di wilayah kerja BV Bukittinggi yang meliputi Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau.
“Berdasarkan laporan dari dinas provinsi maupun kabupaten/kota, sapi Banmas yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi sehat, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan, serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Tangguh, Senin (25/5/2026).
Ia menyebutkan jumlah sapi Banmas Presiden di wilayah kerja BV Bukittinggi mencapai 55 ekor, terdiri atas 22 ekor di Sumatera Barat, 12 ekor di Jambi, 13 ekor di Riau, dan delapan ekor di Kepulauan Riau.
Menurut Tangguh, pengawasan kesehatan dilakukan sejak tahap pemeriksaan ternak di daerah asal, distribusi, hingga menjelang pelaksanaan kurban. Untuk mempercepat penanganan jika ditemukan indikasi penyakit hewan menular strategis, BV Bukittinggi juga memprioritaskan pengujian laboratorium terhadap sapi Banmas Presiden.
“Pengujian sapi Banmas kami prioritaskan di laboratorium agar hasilnya dapat keluar lebih cepat tanpa menunggu antrean pemeriksaan rutin. Dengan begitu, jika diperlukan penanganan atau tindak lanjut, dinas terkait maupun penyedia ternak dapat segera mengambil langkah,” jelasnya.
Pengujian laboratorium dilakukan sesuai indikasi di lapangan, meliputi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, brucellosis, Salmonella Enteritidis, parasit darah, hingga parasit cacing.
Tangguh menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan sapi Banmas Presiden maupun hewan kurban lainnya yang diterima masyarakat memenuhi persyaratan kesehatan hewan. BV Bukittinggi juga menyiapkan pendampingan petugas kesehatan hewan saat pemotongan sapi Banmas di Sumatera Barat guna memastikan proses kurban berjalan sesuai kaidah kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan.
“Koordinasi dengan dinas provinsi maupun kabupaten/kota terus kami lakukan secara intensif untuk memastikan sapi Banmas dan hewan kurban lainnya yang diterima masyarakat berada dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan kesehatan hewan,” ungkap Tangguh.
Sementara itu, Pejabat Penanggung Jawab pemantauan sapi Banmas Presiden dari BV Bukittinggi, Eliyus Putra, mengatakan pengawasan dilakukan secara berlapis dan berkesinambungan mulai dari lokasi asal ternak hingga pelaksanaan kurban.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan di daerah untuk memastikan setiap sapi Banmas Presiden dalam kondisi sehat, bebas dari gejala penyakit hewan menular strategis, serta memenuhi aspek kesejahteraan hewan selama pemeliharaan dan distribusi,” kata Eliyus.
Kementan menegaskan pengawasan yang dilakukan sejak tahap pemilihan ternak hingga pelaksanaan kurban merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan hewan, keamanan pangan, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat penerima manfaat Banmas Presiden. (*)